Nasional, Kolom, NEWS — Wed 21 Jumada Al Akhira 1442AH 3-2-2021AD at 17:46

Menghitung Estimasi Awal dan Akhir Ramadhan 1442 H/2021 M

by
Menghitung Estimasi Awal dan Akhir Ramadhan 1442 H/2021 M

Pada Tanggal 30 Januari 2021, bertepatan denan tgl 17 Jumadil Tsani, berdasarkan Moonsihting, mawaqit dan juga proram-program kalender lainnya. Maka berdasarkan hitungan, tanggal 29 Jumadil Tsani jatuh pada tanggal 11 Februari.

Jika melihat data hilal, Tgl 11 Februari, sebagai berikut :

Matahari terbenam Jam 18:16

Bulan Terbenam Jam 18:05

(Bulan terbenam lebih dulu dari matahari)

Umur Bulan : 702.27 Jam

Ketinggian bulan : -3.48 derajat

Ijtima terjadi pada tgl. 12 Februari Jam 02:06 WIB (Ijtima Qabla Ghrub/Ijtima terjadi setelah matahari terbenam)

Sehingga Jumaditsani digenapkan menjadi 30 hari, maka 1 rajab jatuh pada Tgl 13 Februari, dan tanggl 29 Rajab akan jatuh pada Tgl. 13 Maret 2021

Jika Melihat data hilal pada Tgl 13 Maret, sebagai berikut :

Matahari terbenam Jam 18:06

Bulan Terbenam Jam 18:14

(Bulan terbenam 8 menit setelah matahari terbenam)

Umur Bulan : 0.75 Jam

Ketinggian bulan : 1.41 derajat

Ijtima terjadi pada tgl. 13 Maret Jam 17:21 WIB

Dengan data ini, peluang perbedaan sangat besar kemungkinannya terjadi, dan hal ini sudah bisa dilihat dari kalender hijriah, versi Global dan versi loka, sudah nampak perbedaanya, secara lokalpun akan terjadi perbedaan, mengingat secara lokalpun ada 2 versi metode penetapan awal bulan, Imkanurukyah di atas 2 derajat (bulan mungkin dilihat jika di atas 2 derajat) dan wujudul hilal, yg menitik beratkan pada metode hisab/perhitungan, jika bulan berdasarkan perhitungan sudah ada di atas ufuk (atau plus) berapa derajatpun ketinggiannya, maka sudah masuk bulan baru. Maka dari sini bisa di pastikan, secara lokal akan terjadi perbedaan pada awal Sya’ban dan ber implikasi pada perbedaan akhir sya’ban dimana dilakukannya rukyat hilal awal ramadhan. (ini jika imkanurukyah konsisten dengan metode yg dipakenya)

Jika melihat kalender lokal,dengan dasar imkanurrukyah, bulan Rajab akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 sya’ban jatuh pada hari Senin 15 Maret 2021. Dan 29 Sya’ban jatuh pada hari Senin 12 April 2021

Berdasarkan kalender global yg berpijak pada rukyat global, juga Wujudul hilal yang berpijak pada Hisab, maka pada tgl 13 Maret, bulan berpeluang terlihat, sehingga 1 Sya’ban jatuh pada hari Ahad 14 Maret 2021. Berdasarkan hal tersebut, maka tgl 29 Sya’ban jatuh pada hari Ahad, Tanggal 11 April 2021.

Dengan data tersebut, terjadi selisih 1 hari antara imkanurrukyah dengan Rukyat Global dan wujudul hilal.

Imkanu Rukyah :

1 Sya’ban bertepatan dengan Senin 15 Maret 2021, maka 29 Sya’ban jatuh pada 12 April 2021. Maka imkanurrukyah akan merukyat Hilal Ramadhan pada Senin 12 April 2021

Rukyat global dan Wujudul Hilal :

1, Sya’ban bertepatan dengan Ahad 14 Maret 2021, Maka 29 Sya’ban jatuh pada 11 April 2021, Maka Rukyat Global dan Wujudul Hilal akan merukyat Hilal Ramadhan pada ahad 11 April 2021

Selanjutnya, berilut data hilal pada 11 April dan 12 April.

Rukyat global dan Wujudul Hilal, data hilal pada Tgl 11 April, sebagai berikut :

Matahari terbenam Jam 17:53

Bulan Terbenam Jam 17:32

(Bulan terbenam lebih dulu dari matahari)

Umur Bulan : 896.53 Jam

Ketinggian bulan : -5.95 derajat

Ijtima terjadi pada tgl. 12 April Jam 09:31 WIB (ijtima qabla Ghurub/Ijtima terjadi setelah matahari terbenam)

Sehingga bulan Sya’ban digenapkan 30 hari, maka 1 Ramadhan jatuh pada hari selasa, 13 April 2021, dan 29 Ramadhan jatuh pada Hari selasa 11 Mei 2021.

Imkanurrukyah, data hilal pada Tgl 12 April, sebagai berikut :

Matahari terbenam Jam 17:52

Bulan Terbenam Jam 18:10

(Bulan terbenam 17 Menit setelah matahari terbenam)

Umur Bulan : 8,37 Jam

Ketinggian bulan : 3.64 derajat

Ijtima terjadi pada tgl. 12 April Jam 09:31 WIB

Hilal terlihat, maka 1 Ramadhan jatuh pada hari selasa, 13 April 2021, dan 29 Ramadhan jatuh pada Hari selasa 11 Mei 2021.

Jika melihat perbedaan antara rukyat Global dan wujudul hilal dengan imkanurrukyah, di awali dari perbedaan terliat dan tidaknya hilal sya’ban, dan ini menyebabkan terjadi selisih satu hari perhitungan penanggalan di bulan sya’ban, namun di akhir bulan, Rukyat global dan Wujudul Hilal di prediksi akan mengenapkan bulan sya’ban karena Khilal belum terlihat mengingat ijtima baru terjadi esok harinya. Sementara imkanurrukyat, di tgl 29 sya’ban versi mereka hilal sudah bisa terlihat karena sudah di atas 3 drajat. Sehinga baik, rukyat Global dan Wujudul Hilal, maupun Imkanurrukyat akan memulai Ramadhan di tanggal yg sama, yaitu Selasa 13 April 2021

Maka, tangal 29 Ramadhan akan jatuh pada hari selasa, 11 Mei 2021

Jika Melihat data hilal pada Tgl 11 Mei, sebagai berikut :

Matahari terbenam Jam 17:44

Bulan Terbenam Jam 17:29

(Bulan terbenam 15 menit lebih dulu dari matahari)

Umur Bulan : 704.23 Jam

Ketinggian bulan : -4.42 derajat

Ijtima terjadi pada Rabu 12 Mei, jam 02.00 WIB

Sehingga Ramadhan di genapkan menjadi 30 hari, maka 1 Syawal jatuh pada hari Kamis 13 Mei 2021

Demikian data perhitungan hilal yang dapat kami sampaikan. Khusus untuk kepentingan Awal dan Akhir Ramadhan, dapat di prediksikan, ummat islam di seluruh dunia akan mengawali dan meng akhiri ramadhan di waktu yg sama, dengan kata lain tidak akan terjadi perbedaan.

Prediksi, berdasarkan data;

1 Ramadhan bertepatan dengan, Selasa, 13 April 2021

1 Syawal bertepatan dengan, Kamis, 13 Mei 2021

Namun, tepatnya kita tunggu aktivitas Rukyat hilal, data kita gunakan sebagai alat bantu saja.

Demikian data hilal dapat kami sampaikan sebagai informasi bagi kita semua. Wallahu ‘Alam bi Asshawab.


 

Sumber: Asep Sudrajat, (Koord Paguyuban Neang Bulan Syarie PANEBUSJawa Barat)