Khutbah Jum'at, KHUTBAH — Fri 9 Rabi Al Awwal 1443AH 15-10-2021AD at 05:38

Khutbah Jum’at: Hal-hal yang Membatalkan Keimanan

by
Khutbah Jum’at: Hal-hal yang Membatalkan Keimanan

Pembatal iman atau pembatal islam banyak macamnya, akan tetapi banyak di antara para ulama’ meyatakan bahwa ada sepuluh perkara yang rawan dan sering terjadi,

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Kaum muslimin rahimakumullah

Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta, bekal yang kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya, bahwa kehidupannya dialam dunia telah dipergunakan sebaik-baiknya. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian, marilah kita perbaiki dan satukan niat serta tekad, untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, untuk dapat mengambil apa-apa yang telah dijanjikan, berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak di akhirat.

“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. (Al-baqarah: 197). “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. (Al-Hijr: 45).

Kaum muslimin rahimakumullah

kita semua telah mengetahui tentang konsekuensi dari setiap rukun iman, jika kita telah yakin dan dengan bersungguh-sungguh mengamalkanya sesuai dengan syariat Nabi kita Muhammad saw, niscaya kita akan termasuk dalam kelompok orang-orang mukmin, dan hal ini merupakan keindahan dan keasyikan tersendiri. Dikesempatan khutbah kali ini kita akan coba mengenal kebalikan dari apa yang telah kita ketahui, yaitu hal-hal yang membatalkan iman atau dalam bahasa arab disebut ” nawaaqidul-iman “, ibarat kata iman itu bisa tumbuh dan berkembang juga bisa layu dan tumbang, iman bisa terpatri dalam hati bisa juga musnah, kalau kita sudah punya iman dan kalau sudah kita rasakan betapa manisnya iman akankah kita mau kehilangan dia??? Karena itu mari kita simak apa yang telah dijelaskan oleh para ulama’ kita terdahulu tentang hal-hal yang membatalkan iman yang dikuatkan dengan dalil-dalil syar’iy yang kuat.

Pembatal iman atau pembatal islam banyak macamnya, akan tetapi banyak di antara para ulama’ meyatakan bahwa ada sepuluh perkara yang rawan dan sering terjadi, seperti dijelaskan Imam Muhamad at-Tamimiy, syeikh Ibn Baaz, dan Syeikh Ibnu Utsaimin – semoga Allah merahmati mereka – sepuluh pembatal iman tersebut di antaranya adalah :

1. Syirik,artinya menyekutukan Allah dalam Ibadah, maksudnya selain pelakuya menyembah Allah seperti sahalat puasa dll, ia juga menyembah selain Allah,seperti percaya terhadap perdukunan, sihir, ajimat dsb. Disebut syirik ( menduakan Allah ) karena orang ini meyakini bahwa selain Allah ada yang bisa memberi maslahat ( kebaikan )dan mudarat ( kesusahan / kecelakaan ), padahal keberuntungan / nasib baik dan kecelakaan / nasib buruk semuanya adalah hak prerogatif Allah, tak ada satupun di alam ini yang bisa melakukannya – kecuali atas kehendak Allah -. Allah swt berfirman:

” sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan Allah maka Allah mengharamkan baginya syurga, dan tempat kembalinya adalah nereka, dan sesungguhnya tidak ada penolong bagi orang-orang yang berbuat aniaya.” Al-Maidah : 72

2. mengingkari rububiyah Allah atau sesuatu dari kekhususan Nya, atau bahkan ia sendiri mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut, atau ia membenarkan orang yang mengakuinya, seperti ia mengaku bisa menciptakan, menghidupkan, mematikan, dan memberi penghidupan, seperti dilakukan Namrudz Allah berfiraman :

” Dan mereka berkata , ‘kehidupan ini ak lain hanya kehidupan dunia saja , kita mati dan hidup dn kita mati dan tidak ada yang membinsakn kita selain masa ( waktu )’, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, mereka tidak lain hanya menduga-duga saja.” Q.S Al-Jatsiyah : 24

3. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah atau ia mintai pertolongan selain Allah. Hal ini seperti poin pertama yaitu syirik, akan tetapi ini lebih khusus dalam hal minta pertolongan, dan alangkah seringnya hal ini terjadi di masyarakat kita, misalnya ketika ada kerabat kita yang sakit atau kita sendiri, maka tak segan-segan kita pergi ke dukun atau yang disebut orang pintar lalu dengan sepenuh kepercayaan kita menuruti apa saja yang diperintahkan si dukun, termasuk menyembeli ayam putih mulus pada malam jum’at legi misalnya,dll. Atau kita ke kyiai Fulan yang sudah mati – yang kita anggap alim dan shalih – kemudian kita ziarah ke makamnya dan kita minta wasilah / perantara kepadanya agar menghubungkan kita dengan Allah, karena kita menganggap bahwa kita banyak dosa sehingga tak pantas kita lansung berdo’a kepada Allah, dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang semisal.Allah berfirman :

” Hanya bagi Allah ( hak mengabulkan ) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air itu ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do’a ( ibadah ) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” Q.S Al-Ra’du : 14

4. Mendustakan Rasulullah tentang ajaran yang beliau bawa, artinya jika ada sesorang dijelaskan padanya bahwa ini adalah sunnah rasul berdasarkan hadits yang shahih, lalu dia katakana ini bukan dari rasul, atau orang itu mengatakan ajaran ini bukan dari Rasul, padahal bukti telah nyata, akan tetapi kesombongan dan keangkuhannya yang menyebabkannya inkar. Allah berfirman :

” Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang sebelum mereka telah mendustakan ( rasul-rasul-Nya ) kepada mereka telah datang rasul-rasulNya dengan membawa mukjizat yang nyata , zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang nyata. Kemudian aku adzab orang-orang yang kafir, maka ( lihatlah ) bagaimana ( hebatnya ) murkaKu.” Q.S Fathir : 35-36

5. Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah tidak sempurna, atau mengnggap bahwa ada aturan / agama lain yang lebih baik dari islam, atau menolak ajaran yang telah ditetapkan Allah, atau meyakini kesamaan hukum lain dengan hukum islam, atau meyakini boleh berhukum selain islam . Misalnya dia mengatakan bahwa hukum islam tidak cocok di negri ini, tapi yang cocok dalah hukum buatan kita sendiri, maka orang ini telah kafir. Atau dia mengatakan , islam dan hukum buatan kita sama saja, maka ia juga telah kafir. Allah berfirman :

” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang ditirunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thagut . dan syethan bermaksud menyesatkan mereka ( dengan ) penyesatan sejauh-jauhnya.” Q.S an-Nisa’ : 60 ” Dan barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” Q.S al-Maidah : 44

6. Mengolok-olok dan menjelek-jelekkan dan mengejek Allah atau al-Qur’an atau agama islam atau pahala dan siksa dan semisalnya, atau mengejek Rasulullah saw atau nabi yang lain, baik dengan bergurau atau sungguh-sungguh. Hal ini banyak sekali kita dapatkan, misalnya seorang yang mengomentari jenggot, ia mengatakan:” Orang berjenggot itu seperti kambing.” Atau ketika ia mendapatkan seorang muslim yang memakai celana di atas mata kaki ( tidak menutupi mata kakinya ) ia berkomentar ” Wah kebanjiran nih !”dsb. Allah berfirman :

” Dan jika kamu tanyakan pada mereka ( tentang apa yang mereka lakukan itu ) tentulah mereka akan menjawab , ‘ Sesungguhnya kami hanyalah bergurau dan bermain-main saja. Katakanlah ,’ Apakah dengan Allah dan ayat-ayat Nya , juga rasulNya kalian berolok-olok ? kalian tidak usah minta maaf karena kalian telah kafir sesudah beriman !.” Q.S al-Taubah :65-66

7. Tidak mau mengkafirkan orang musyrik / kafir, atau ragu tentang kekafiran mereka, hal ini berarti dia ragu terhadap apa yang dibawa oleh Rasul. Misalnya, ia mengatakan :” Presiden Amerika itu kafir nggak ya? ” atau ” Orang Kristen itu kayaknya bukan kafir.” Padahal dalam al-Qur’an telah dijelaskan kekafiran mereka, keraguan semacam ini bisa membawa seseorang kepada kekafiran yang artinya imannya telah sirna dan hilang. Allah berfirman :

” ….dan mereka berkata ,’ Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya ( kepada kami ), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang mengelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya.” Q.S Ibrahim : 9

8. Membantu orang-orang musyrik atau menolong mereka untuk memusuhi orang islam. Hal ini yang saat ini sedang terjadi di bumi ini, bagaimana kita dapatkan sekian banyak orang-orang muslim yang bahu membahu, menolong orang-orang kafir untuk memerangi orang-orang islam, entah itu karena ketakutan terhadap orang-orang kafir, atau demi mengharapkan imbalan materi, atau ingin mendapatkan pujian dari mereka dsb. Allah berfirman :

” Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani sebagai pemimpin-pemimpin kamu, Karena sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Dan barang siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk dalam golongan mereka ( kafir ) . sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepad orang-orang yang dhalim.” Q.S al-Ma’idah : 51

9. Meyakini bahwa ada orang-orang tertentu yang boleh keluar dari syari’at dan ajaran Rasul saw, atau menganggap bahwa tidak wajib baginya mengikuti ajaran Rasul, seperti orang yang meyakini bahwa nabi Hidlir as boleh tidak mengikuti ajaran yang dibawa oleh nabi Musa.

10. Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajarinya serta tidak mau mengamalkannya, artinya dengan sombong ia tidak mau menyembah Allah, masuk dan mentaati ajaranNya, seperti layaknya Fir’aun. Allah berfirman :

” Dan siapakah yang lebih dhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya ? sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa .” Q.S as-Sajdah : 22

Demikianlah pembaca yang budiman …..sebagian dari pembatal-pembatal iman atau pembatal islam yang sangat nyata dan banyak terjadi di tengah-tengah kita, dan masih banyak lagi hal-hal serupa semisal mengingkari sebagian isi al-Qur’an atau seluruhnya, atau meragukan kemukjizatannya, menghina mushaf, sihir, atau menganggap bahwa nabi Muhammad hanya diutus untuk orang-orang arab saja, atau meyakini kehalalan sesuatu yang telah diharamkan Allah dan RasulNya seperti zina, judi, khamer dll

Kini setelah kita tahu beberapa perkara yang sangat membahyakan ini, maka marilah kita pelihara diri kita dari padanya, agar terjaga iman di dada kita sampai akhir hayat dikandung badan, dan akhirnya kita bertemu dengan Rabb kita Allah swt dalam keadaan mukmin, terhindar dari kesyirikan, amin

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.