FIQIH, KAJIAN — Thu 3 Dhul Qidah 1443AH 2-6-2022AD at 16:31

Ketika Junub, Seorang Muslim Dilarang Membaca Al-Qur’an Dengan Mushaf Atau Tanpa Mushaf

by
Ketika Junub, Seorang Muslim Dilarang Membaca Al-Qur’an Dengan Mushaf Atau Tanpa Mushaf

Inilah kesalahan yang banyak tidak di ketahui oleh orang, khususnya untuk suami istri. Bahwa ketika dalam keadaan junub, maka ia tidak boleh membaca Al-Qur’an baik menggunakan msuhaf atau tanpa menggunaan mushaf. Inilah pendapat mayoritas para Ulama.

Soal:

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullah . . . Ustadz Badrul -yang dirahmati Allah-, apa hukumnya seorang laki-laki yang dalam keadaan berjunub (belum sempat mandi wajib) membaca/muroja’ah Al-Qur’an? Trimakasih.

089654222697

Jawab:

Wa’alaikumus Salam Warahmatullah . . . semoga Allah merahmati penanya.

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga, dan para sahabatnya.

Orang junub tidak boleh membaca Al-Qur’an, baik dari hafalannya, apalagi dengan memegang mushaf. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membacakan Al-Qur’an dalam kondisi apa saja, kecuali beliau sedang junub.

وَلَمْ يَكُنْ يَحْجُبُهُ عَنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ لَيْسَ الْجَنَابَةَ

Tidak ada sesuatu pun yang menghalanginya dari membaca Al-Quran selain junub.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Hampir semua ulama madhab empat dan selain mereka berpendapat haramnya orang junub membaca Al-Qur’an,  walau tanpa memegang mushaf.

Imam Al-Tirmidzi rahimahullah berkata,

وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَالتَّابِعِينَ ، وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِثْلِ : سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ، وَابْنِ الْمُبَارَكِ ، وَالشَّافِعِيِّ ، وَأَحْمَدَ ، وَإِسْحَاقَ

“Ini pendapat mayoritas ulama dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in, dan ulama sesudahnya seperti Sufyan al-Tsauri, Ibnu al-Mubarak, Imam al-Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Ishaq.” (Selesai nukilan dari Sunan al-Tirmidzi: 1/195)

. . . orang yang junub sama sekali tidak boleh membaca Al-Qur’an, walau dari hafalannya, sehingga ia mandi. . .

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, “Imam madhab 4 sepakat dilarangnya hal itu (orang junub baca Al-Qur’an),” di Majmu’ Fatawa: 21/344.

Imam al-Kasani Rahimahullah berkata,

وَلَا يُبَاحُ لِلْجُنُبِ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عِنْدَ عَامَّةِ الْعُلَمَاءِ

Orang junub tidakdibolehkan membaca Al-Qur’an, menurut para ulama.” (Bada’i al-Shanai’: 1/37)

Syaikh Ibnu Bazz Rahimahullah di fatwa tentang hukum membaca Al-Qur’an dengan berbaring berkata,

أما الجنب فلا يقرأ مطلقاً حتى يغتسل، لا من المصحف ولا عن ظهر قلب

Adapun orang junub, tidak boleh membaca Al-Qur’an secara mutlak sehingga ia mandi; baik dari mudhaf atau dari hafalan.

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/konsultasi-agama/2016/07/28/45388/hukum-orang-junub-membaca-alquran-dari-hafalan/#sthash.0Gh2ZLVT.dpuf

Judul Asli: Hukum orang junuh membaca Al-qur’an dari hafalan