Ibadah, FIQIH — Mon 6 Safar 1443AH 13-9-2021AD at 09:23

Ilmu Ushul Fiqh Dapatkah Berubah Menyesuaikan Waktu?

by
Ilmu Ushul Fiqh Dapatkah Berubah Menyesuaikan Waktu?

Ilmu Ushul Fiqh adalah ilmu yang sangat penting untuk menentukan suatu permasalahan hukum. Adanya ilmu ini membuat hukum/syarait menjadi jelas dan gamblang. Maka dari itu hampir semua Ulama mempelajari dan menguasai ilmu tersebut. Namun apakah benar ushul Fiqh itu adalah ilmu yang tidak akan pernah berubah hingga kahir zaman? Atau ada beberapa yang bisa flexsibel?


Ustadz saya ingin bertanya:

  1. Apakah ushul fikih bisa berkembang menyesuaikan dengan keadaan zaman?
  2. Apakah mengikuti fatwa ulama termasuk taqlid?

jazakallahu khoir

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. menjawab:

Masalah masalah agama ada dua macam:

  1. Masalah masalah yang tidak akan berubah sepanjang masa.
  2. Masalah masalah yang bisa berubah.

Ibnu Qayyim menjelaskan dalam kitab Ighotsatu Lahafan

الأحكام نوعان: النوع الأول: لا يتغير عن حالة واحدة هو عليها، لا بحسب الأزمنة ولا الأمكنة، ولا اجتهاد الأئمة، كوجوب الواجبات، وتحريم المحرمات، والحدود المقدرة بالشرع على الجرائم ونحو ذلك، فهذا لا يتطرق إلى تغيير، ولا اجتهاد يخالف ما وضع له

النوع الثاني: يتغير حسب المصلحة له زمانًا ومكانًا وحالا كمقادير التعزيرات وأجناسها، وصفاتها، فإن الشارع ينوع فيها بحسب المصلحة) أ.هـ

Hukum itu ada dua macam:

  1. Hukum yang tidak berubah dari keadaannya yang pertama, tidak berubah karena mengikuti kondisi, tempat, dan ijtihad ulama seperti wajibnya sholat lima waktu, Haramnya berbagai keharaman, hukuman hadd untuk tindakan kejahatan dan sebagainya.
  2. Hukum yang berubah karena mengikuti mashlahat waktu, tempat dan kondisi seperti ta’zir (pidana yang diserahkan keputusannya kepada hakim karena tidak adanya dalil). Selesai perkataan beliau.

Diantara perkara yang mempengaruhi perubahan hukum adalah masalah urf atau adat istiadat. Karena kebutuhan manusia berbeda beda di satu daerah dengan daerah lainnya. Dalam kitab i’laamul Muwaqqiin, Ibnul Qayyim berkata:

فإن الفتوى تتغير بتغير الزمان والمكان والعوائد والأحوال، وذلك كله من الله، وبالله التوفيق

“Sesungguhnya fatwa dapat berubah mengikuti perubahan zaman, tempat, adat istiadat dan kondisi. Dan semua itu berasal dari Allah. wabillahittaufiq”.

Tentunya syarat adat istiadat itu adalah tidak bertabrakan dengan dalil dalil syariat. Karena adat istiadat itu bisa menjadi sandaran hukum hanya dalam perkara yang tidak disebutkan batasannya dalam syariat seperti makanan, pakaian, minuman dsb.

Adapun mengikuti pendapat ulama, maka ada dua macam:

  1. Mengikutinya tanpa mengetahui dasarnya. inilah yang disebut taklid. Namun bagi kaum awam diperbolehkan.
  2. Mengikutinya dengan mengetahui dasarnya. Ini disebut oleh Ibnu Abdil Barr sebagai ittiba’.

***

Sumber: https://muslim.or.id/28079-apakah-ilmu-ushul-fikih-mengikuti-perkembangan-zaman.html

Judul Asli: Apakah Ilmu Ushul Fikh Mengikuti Perkembangan zaman?