TANYA-JAWAB, MUAMALAH — Thu 6 Safar 1439AH 26-10-2017AD at 23:03

Edisi Tanya-Jawab: Seputar Hukum KPR Bank, Siapa Saja yang Ikut Berdosa?

by
Edisi Tanya-Jawab: Seputar Hukum KPR Bank, Siapa Saja yang Ikut Berdosa?

Dalam hal KPR sudah sangat jelas sekali terjadi akad jual beli yang didalamnya terdapat unsur riba yaitu ketika kita meminjam uang untuk membeli rumah dari salah satu Bank maka disitu sudah ada nilai tambahannya beberapa persen yang harus dibayar dari jumlah asal peminjaman uang.

 

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tante ana pinjam modal dari penjualan rumah ana dan mengatakan, akan mengganti dengan rumah baru, tetapi kredit via bank. Terus data rumah baru tersebut pakai data ana.

Yang ingin ana tanyakan. Apakah, ana kecipratan dosanya ga ya akhi?

Jazakallah khairan katsiran ya akhi.

syukron.

akhiru kalam,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dari Akhi Abdullah Al Ismadi, Pembaca Islamkafah.com menghubungi via akun Telegram @Islamkafah_admin

Jawaban:

Dijawab oleh Akhi Abu Nafisah, Redaksi Islamkafah.com

و عليكم سلام و رحمت الله و بركاته

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu diketahui terlebih dahulu tentang riba dan siapa saja yang terkena dosa riba,

Riba secara bahasa berarti melebihkan, dan secara istilah Riba berarti melebihkan nilai suatu barang dari nilai yang semestinya

Dalam hal KPR sudah sangat jelas sekali terjadi akad jual beli yang didalamnya terdapat unsur riba yaitu ketika kita meminjam uang untuk membeli rumah dari salah satu Bank maka disitu sudah ada nilai tambahannya beberapa persen yang harus dibayar dari jumlah asal peminjaman uang.

Ketika suatu nilai pinjam meminjam sudah ada nilai tambahannya di awal, meskipun itu kecil persentasenya tetap itu termasuk riba, katakanlah hanya 1% saja nilai tambahannya, maka itu sudah termasuk riba, jika di dalam ekonomi islam untuk akad seperti ini yang ingin mencari kemudahan dalam hal pinjam meminjam maka sebelumnya tidak ada penetapan nilai berapa yang harus dibayar nantinya, antara peminjam dan yang memberi pinjaman nantinya baru akan ada kesepakan bagi hasil berapa persentasenya tergantung kesepakatan berdua.

Jadi sangat beda sekali dengan system islam ini, dimana nilai pengembailan pinjaman sudah ditentukan dari pihak peminjam maka itu termasuk riba.

Lalu dalam masalah dosa sudah jelas yang melakukan riba berdosa yaitu pemberi pinjaman dan bukan hanya pemakan riba (rentenir) saja yang terkena celaan. Penyetor riba yaitu nasabah yang meminjam pun tak lepas dari celaan. Ada hadits dalam Shahih Muslim, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

 Mengapa sampai penyetor riba pun terkena laknat? Karena mereka telah menolong dalam kebatilan. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits di atas bisa disimpulkan mengenai haramnya saling menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23).

Sehingga jika demikian sudah sepantasnya penyetor riba bertaubat dan bertekad kuat untuk segera melunasi utangnya.

Jadi siapa saja yang ada kaitannya dengan transaksi riba sama-sama berdosa berdasarkan hadits di atas, untuk Akhina Abdullah Al Ismadi, apakah anda berada dalam salah satu pihak yang disebutkan dalam hadits Nabi tersebut ketika bertransaksi, jika iya maka segeralah bertaubat pada Allah azza wa jalla.

Dan saran kami karena rumah tersebut sudah beratasnama anda dan transaksi sudah lewat maka tidak perlu lagi mengubah nama pemilik rumah tersebut, karena akan menyulitkan tetapi jika ada kemampuan silahkan di ubah, hal ini untuk berlepas diri dari dosa Riba.

Sudah Seharusnya Menghindari Riba

Jika telah jelas bahwa riba itu haram dan kita dilarang turut serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam, maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim mencari jalan yang halal untuk memenuhi kebutuhan primer kita termasuk dalam hal papan. Memiliki rumah dengan kredit KPR bukanlah darurat. Karena kita masih ada banyak cara halal yang bisa ditempuh dengan tinggal di rumah beratap melalui rumah kontrakan, sembari belajar untuk “nyicil” sehingga bisa tinggal di rumah sendiri. Atau pintar-pintarlah menghemat pengeluaran sehingga dapat membangun rumah perlahan-lahan dari mulai membeli tanah sampai mendirikan bangunan yang layak huni. Ingatlah sabda Rasul,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan mengganti bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

 Wallahu ‘Alam (AN)


‼️‼️ Woro-Woro (Perhatian) ‼️‼️

Assalamualaikum, sahabat Islamkafah.com yang semoga selalu dijaga kemurnian Tauhidnya oleh Allah azza wa jalla. Mulai sekarang, Redaksi Islamkafah.com telah membuka ruang bagi para sahabat pembaca situs Islamkafah.com untuk berbagi kritik, dan saran maupun tulisan dan atau memberikan pertanyaan seputar ke-Islaman yang in shaa Allah tentunya akan kami tayangkan dengan catatan-catatan berikut ini:

  1. Silahkan anda menghubungi salah satu akun admin kami dibawah ini sesuai minat anda:
  1. Telegram = @Islamkafah_admin.
  2. BBM = DE4D2179
  3. Email = [email protected] (Khusus Akhwat hubungi kami via-Email)
  4. Line = 0813 9356 3847
  5. What’s App = 0813 9356 3847

(Tidak menerima SMS maupun Telephone)

  1. Di akun admin kami, silahkan anda memberikan sebuah pertanyaan ke-Islaman baik seputar Aqidah, Tauhid, Akhlaq, Adab, Jihad, Fiqh, Muamalah, dan lain sebagainya.
  2. Anda pun juga bisa mengirimkan tulisan terbaik anda ke redaksi kami melalui akun-akun tim sosmed kami.

Nb:

Pertanyaan dari Ikhwan akan dijawab oleh tim Ikhwan, dan pertanyaan dari Akhwat akan dijawab oleh tim Akhwat kami

Semua tim penulis kami bekerja di tempat masing-masing untuk menghindari ikhtilat yang diharamkan dalam syari’at.

Jika pertanyaan atau tulisan anda menarik, maka akan kami muat di situs www.islamkafah.com (Non Komersial) dan akan kami sebarkan di Channel Telegram @Islam_Kafah kemudian Akun Fanpage @IslamKafahClub maupun Twitter kami di @Islam_Kafah. Tentunya semua ini akan bisa menjadi ladang dakwah untuk anda, bukan?

Kami tunggu peran anda!

Barakallahu fiikum…

Ttd,

Redaksi IslamKafah.Com