TANYA-JAWAB, FIQH — Thu 6 Safar 1439AH 26-10-2017AD at 23:00

Edisi Tanya-Jawab: Mengapa Islam Mengharamkan Menjulurkan Pakaian Hingga Melebihi Mata Kaki?

by
Edisi Tanya-Jawab: Mengapa Islam Mengharamkan Menjulurkan Pakaian Hingga Melebihi Mata Kaki?

Isbal, sudah tahukah anda perihal masalah isbal atau menjulurkan pakaian lebih dari mata kaki (Bagi lelaki)….?

Pertanyaan:

Dari Akh Pujo, Pembaca Islamkafah.com, via admin BBM DE4D2179

Assalamualiakum, apakah hukum memakai celana diatas mata kaki? Wajibkah? Jika iya, mana dalilnya?

Jawaban:

Dijawab oleh Al-Akh Reza al-Fatah, Redaksi Islamkafah.com

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Menanggapi pertanyaan dari Akhy Pujo yang semoga senantiasa dijjaga oleh Allah dan diberikan pemahaman Tauhid yang benar.

Memakai celana dibawah mata kaki atau Isbal  adalah sebuah hukum Islam yang barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah berdosa. Hal ini karena Isbal adalah termasuk bagian dari dosa besar karena diancam dengan api neraka yang menyala-nyala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ

Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.” (HR. Bukhari no. 5787)

Selain itu, hendaklah patokan kita adalah meniru segala yang dilakukan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Karena, beliau adalah suri teladan kita,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21).

Mari kita lihat bagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ

Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaianya dalam keadaan sombong.” (HR. Muslim no. 5574).

Kemudian,

Dari Abu Dzar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat nanti, tidak dipandang, dan tidak disucikan serta bagi mereka siksaan yang pedih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tiga kali perkataan ini. Lalu Abu Dzar berkata,

خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ

Mereka sangat celaka dan merugi. Siapa mereka, Ya Rasulullah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

Mereka adalah orang yang isbal, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 306).

Semoga permasalahan ini dapat memberikan titik terang kepada Akhy Pujo dan kaum muslimin, khususnya pembaca setia Islamkafah.com dan semoga bisa pula diamalkan dengan baik dan ikhlas.

Wallahu ‘Alam. (RF)