TANYA-JAWAB, MUAMALAH — Sat 29 Safar 1439AH 18-11-2017AD at 19:00

Edisi Tanya Jawab: Hukum Membelikan Boneka Untuk Mainan Anak

by
Edisi Tanya Jawab: Hukum Membelikan Boneka Untuk Mainan Anak

Dari penjelasan di atas, berarti dibolehkan boneka untuk mainan anak perempuan dalam rangka mendidik mereka supaya anak perempuan bisa jadi lebih penyayang. Namun aman dan lebih selamat (sikap wara’), boneka tersebut tanpa wujud yang sempurna, tanpa kepala atau wajahnya dihilangkan. Karena dalam hadits tersebut Nabi bertanya pada Aisyah ini apa? Itu artinya bentuknay tidak jelas sehingga Nabi harus bertanay pada Aisyah.

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa hukumnya seorang ayah membelikan boneka untuk anaknya?

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dari Akhi Abdullah Al Ismadi, Pembaca Islamkafah.com menghubungi via akun Telegram @Islamkafah_admin

Jawaban:

Dijawab oleh Akhi Abu Nafisah, Redaksi Islamkafah.com

و عليكم سلام و رحمت الله و بركاته

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu tahu masalah tentang patung, kebanyakan ulama -dari Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali- berpendapat bahwa diharamkan membuat gambar dan patung, semua sepakat mengatakan haram kecuali untuk boneka (mainan anak-anak).

Kebolehan di sini terserah mainan tersebut dalam bentuk manusia atau hewan, baik berbentuk tiga dimensi ataukah tidak, begitu pula yang berbentuk imajinasi yang tidak ada wujud aslinya seperti kuda yang memiliki sayap.

Namun ulama Hambali memberikan syarat kebolehannya jika tidak ada kepala atau anggota badannya tidak sempurna sehingga tidak dianggap bernyawa. Sedangkan ulama lainnya tidak mempersyaratkan seperti itu.

Ada sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata:

كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَكَانَ لِى صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِى ، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَىَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِى

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku” (HR. Bukhari no. 6130).

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menyebutkan, “Para ulama berdalil dengan hadits ini akan bolehnya gambar (atau patung atau boneka) berwujud perempuan dan bolehnya mainan untuk anak perempuan. Hadits ini adalah pengecualian dari keumumann hadits yang melarang membuat tandingan yang serupa dengan ciptaan Allah. Kebolehan ini ditegaskan oleh Al Qodhi ‘Iyadh dan beliau katakan bahwa inilah pendapat mayoritas ulama.” (Fathul Bari, 10: 527).

Sedangkan Ibnu Hajar berpendapat bahwa kebolehan bermain dengan boneka seperti ini telah mansukh (dihapus). Namun hadits ‘Aisyah lainnya menunjukkan bahwa klaim mansukh tersebut tidaklah tepat.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ خَيْبَرَ وَفِى سَهْوَتِهَا سِتْرٌ فَهَبَّتْ رِيحٌ فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ فَقَالَ « مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ ». قَالَتْ بَنَاتِى. وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ فَقَالَ « مَا هَذَا الَّذِى أَرَى وَسْطَهُنَّ ». قَالَتْ فَرَسٌ. قَالَ « وَمَا هَذَا الَّذِى عَلَيْهِ ». قَالَتْ جَنَاحَانِ. قَالَ « فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ ». قَالَتْ أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلاً لَهَا أَجْنِحَةٌ قَالَتْ فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tiba dari perang Tabuk atau Khoibar, sementara kamar ‘Aisyah ditutup dengan kain penutup. Ketika ada angin yang bertiup, kain tersebut tersingkap hingga mainan boneka ‘Aisyah terlihat. Beliau lalu bertanya, “Wahai ‘Aisyah, apa ini?” ‘Aisyah menjawab, “Itu mainan bonekaku.” Lalu beliau juga melihat patung kuda yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya, “Lalu suatu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?” ‘Aisyah menjawab, “Boneka kuda.” Beliau bertanya lagi, “Lalu yang ada di bagian atasnya itu apa?” ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.” Beliau bertanya lagi, “Kuda mempunyai dua sayap!” ‘Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang punya banyak sayap?” ‘Aisyah berkata, “Beliau lalu tertawa hingga aku dapat melihat giginya.” (HR. Abu Daud no. 4932 dan An Nasai dalam Al Kubro no. 890.).

Ulama Syafi’iyah, Malikiyah dan Hambali beralasan dengan pengecualian tersebut bahwa mainan tadi dibolehkan karena ada hajat untuk mendidik anak. Ini berarti, jika tujuannya hanya sekedar dipajang di rumah, maka tentu tidak dibolehkan karena ada bahasan sendiri tentang hukum memajang gambar.

Dari penjelasan di atas, berarti dibolehkan boneka untuk mainan anak perempuan dalam rangka mendidik mereka supaya anak perempuan bisa jadi lebih penyayang. Namun aman dan lebih selamat (sikap wara’), boneka tersebut tanpa wujud yang sempurna, tanpa kepala atau wajahnya dihilangkan. Karena dalam hadits tersebut Nabi bertanya pada Aisyah ini apa? Itu artinya bentuknay tidak jelas sehingga Nabi harus bertanay pada Aisyah.

Wallahu a’lam.


‼️‼️ Woro-Woro (Perhatian) ‼️‼️

Assalamualaikum, sahabat Islamkafah.com yang semoga selalu dijaga kemurnian Tauhidnya oleh Allah azza wa jalla. Mulai sekarang, Redaksi Islamkafah.com telah membuka ruang bagi para sahabat pembaca situs Islamkafah.com untuk berbagi kritik, dan saran maupun tulisan dan atau memberikan pertanyaan seputar ke-Islaman yang in shaa Allah tentunya akan kami tayangkan dengan catatan-catatan berikut ini:

  1. Silahkan anda menghubungi salah satu akun admin kami dibawah ini sesuai minat anda:
  1. Telegram = @Islamkafah_admin.
  2. BBM = DE4D2179
  3. Email = [email protected] (Khusus Akhwat hubungi kami via-Email)
  4. Line = 0813 9356 3847
  5. What’s App = 0813 9356 3847

(Tidak menerima SMS maupun Telephone)

  1. Di akun admin kami, silahkan anda memberikan sebuah pertanyaan ke-Islaman baik seputar Aqidah, Tauhid, Akhlaq, Adab, Jihad, Fiqh, Muamalah, dan lain sebagainya.
  1. Anda pun juga bisa mengirimkan tulisan terbaik anda ke redaksi kami melalui akun-akun tim sosmed kami.

Nb:

Pertanyaan dari Ikhwan akan dijawab oleh tim Ikhwan, dan pertanyaan dari Akhwat akan dijawab oleh tim Akhwat kami

Semua tim penulis kami bekerja di tempat masing-masing untuk menghindari ikhtilat yang diharamkan dalam syari’at.

Jika pertanyaan atau tulisan anda menarik, maka akan kami muat di situs www.islamkafah.com (Non Komersial) dan akan kami sebarkan di Channel Telegram @Islam_Kafah kemudian Akun Fanpage @IslamKafahClub maupun Twitter kami di @Islam_Kafah. Tentunya semua ini akan bisa menjadi ladang dakwah untuk anda, bukan?

Kami tunggu peran anda!

Barakallahu fiikum…

Ttd,

Redaksi IslamKafah.Com

Tags