TANYA-JAWAB, MUAMALAH — Fri 16 Muharram 1439AH 6-10-2017AD at 04:09

Edisi Tanya-Jawab: Apakah Boleh Hutang Uang Kertas Dibayar dengan Emas?

by
Edisi Tanya-Jawab: Apakah Boleh Hutang Uang Kertas Dibayar dengan Emas?

Seorang membayar hutang dengan emas, padahal sebelumnya ia berhutang uang kertas. Bagaimana hukumnya?

 

Judul edisi tanya jawab Apakah boleh hutang uang dibayar dengan emas

Pertanyaan dari Akhy Rohmat dengan menghubungi admin channel telegram @Islamkafah_admin

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمه الله وبركاته

Maaf Saya hendak bertanya permasalahan hutang. Jika saya mempunyai hutang kepada saudara saya dengan sejumlah uang Bolehkah saya membayar hutang tersebut dengan sebuah emas yang nilainya sesuai dengan hutang tersebut?

Dijawab oleh al-akh Abu Umar Salahudin

وعليكم السلام ورحمه الله وبركاته

الحمد لله الصلاه و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد

Menanggapi pertanyaan dari akhir Rohmat yang semoga selalu dijaga kemurniannya tauhidnya oleh Allah Azza wa Jalla

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa beliau telah menjual sebuah unta dibaqi’ dengan Dinar. Kemudian beliau mengambil pembayarannya dengan dirham, Kemudian beliau mengatakan:

“Aku mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan kusampaikan saya menjual unta di Bali dengan Dinar secara kredit dan aku menerima pembayarannya dengan Dirham, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bersabda”

“Tidak masalah kamu mengambil dengan harga hari pembayaran selama kalian tidak berpisah sementara masih ada urusan jual beli yang belum selesai”  (HR. An-Nasa’i, 4586).

Maka kami katakan berdasarkan hadits yang telah kami cantumkan diatas tidak Mengapa seseorang membayar hutangnya yang sebelumnya berhutang dengan uang kertas kemudian dibayar dengan emas.

Selamat telah terjadi kesepakatan dan Ridho antara kedua belah pihak terhindar dari hal-hal yang riba

Misalnya saja ke hutang akhy rohmat ini sebesar Rp5.000.000 mata uang Rp5.000.000 itu bisa diganti dengan emas senilai dengan nominal tersebut sehingga dapat terhindar dari transaksi riba yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla

Semoga jawaban kami ini dapat sedikit memberikan pencerahan kepada penanya dan juga bermanfaat bagi kaum muslimin khususnya pembaca Islamkafah.com

Wallahu A’lam Bishawab. (aus) []