AQIDAH-AKHLAQ, Kuliah Aqidah, Kuliah Akhlaq — Mon 19 Jumada Al Oula 1439AH 5-2-2018AD at 10:05

Ciri Orang yang Sabar Ialah Selalu Mengucapkan “Innaa Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun” Saat Ditimpa Musibah

by
Ciri Orang yang Sabar Ialah Selalu Mengucapkan “Innaa Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun” Saat Ditimpa Musibah

Sabar merupakan sesuatu yang sangat berat dan sedikit sekali yang mampu menggapainya. Diantaranya ciri orang yang sabar ialah selalu mengucapkan kalimat Inna Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun…

 

Islamkafah.com – Sabar merupakan ciri khas dari seorang mukmin jika ia tertimpa musibah, baik musibah yang berat atau musibah yang ringan. Seorang mukmin akan senantiasa bersabar menjalaninya karena ia tahu bahwa semua adalah ujian dan harus dihadapi dengan sabar.

Kalimat “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” itu sendiri dalam Islam sering disebut dengan kalimat tarji, ada pula yang menyebutnya dengan kalimat istirja. Dua-duanya benar, tidak ada yang keliru.

Kalimah istirja’ itu sendiri merupakan frase ummat Islam ketika mendapat musibah. Baik dirinya yang mendapat musibah atau orang lain yang mendapat musibah, keduanya mengucapkan kalimat “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”(Al Baqarah : 155-156)

Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa orang yang sabar ketika mendapat ujian dari Allah berupa “sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” mereka akan senantiasa mengucapkan kalimat “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Berkaitan dengan kalimat “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, diriwayatkan oleh Äli bin Al Husain, dari kakeknya Rosululullah Saw, Ia bersabda;

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya dan mengucapkan kalimt istirja’ (Innalillahiwainnailaihirojiun) melainkan Allah akan memberinya pahala sebanding hari ia tertimpa musibah” (Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Kitab Al Bidayah wan Nihayah, 8:221 oleh Ibnu Katsir).

Namun bukan hanya dengan mengucapkan kalimat itu saja di mulut kita maka pahala yang besar akan datang menghampiri, namun harus juga kita yakini dalam hati dan tidak boleh kita mengeluh karena inti dari kalimat “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” ialah mengembalikan segal urusan kepada Allah, baik itu berupa hal yang baik atau yang buruk, karena yang memberikan manfaat dan madharat hanyalah Allah Azza wa Jalla.

Ketika hati kita sudah yakin bahwa semua itu berasal dari Allah dan akan kembali lagi pada Allah maka kita akan menjadi tenang, karena itu juga merupakan bentuk Tauhid Rububiyyah, bahwa Allah yang memelihara kita dan menjaga kita semua, dan apa yang terjadi semuanya sudah kehendak Allah dan kita hanya perlu menjalani saja. (AN)