Internasional, NEWS — Sat 12 Ramadan 1442AH 24-4-2021AD at 01:50

Belahan Bumi Utara dan Selatan, Serta Perbedaan Waktu Puasanya yang Signifikan

by
Belahan Bumi Utara dan Selatan, Serta Perbedaan Waktu Puasanya yang Signifikan

Adanya banyak faktor yang menjadi penyebab berselisihnya waktu siang dan malam di belahan bumi utara dan selatan, membuat banyak wilayah berbeda dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan…

SOLO, INDONESIA (Islamkafah.com) – Bulan Ramadhan adalah bulan dimana seluruh kaum muslimin di dunia menunggu-nunggu kedatangannya. Selain dari barokah yang terdapat di bulan Ramadhan, kemeriahan di bulan tersebut juga luar biasa, hal ini dikarenakan Suasana di bulan tersebut menjadi hidup dan menyenangkan serta membahagiakan lebih dari bulan-bulan yang lainnya.

Namun, ada yang menarik dari waktu pelaksanaan bulan Ramadhan yang sangat unik. Yakni, perbedaan jumlah waktu atau durasi dalam menjalankan ibadah puasa setiap harinya. Hal ini dikarenakan setiap daerah, setiap benua dan disetiap tempay di belahan bumi yang luas ini mempunyai zona waktu yang berbeda, iklim, dan keadaan geografi yang beragam. Hal ini menyebabkan terjadi banyak faktor yang membuat perbedaan terjadinya waktu malam dan siang yang berbeda pula.

Seperti sudah banyak diketahui bahwa waktu atau durasi malam hari di daerah negara yang berdekatan dengan Kutub Utara relatif mempunyai waktu malam hari yang lebih singkat. Sedangkan negara yang berdekatan dengan wilayah Kutub Selatan mempunyai keadaan yang sebaliknya. Sehingga, jika kembali kepada dalil shahih tentang waktu berpuasa, maka dikembalikan dengan definisi ringkasnya. Yakni, berpuasa dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Akan tetapi, perbedaan beberapa faktor diatas membuat malam dan siang di setiap belahan bumi Allah yang begitu luas ini menjadi tidak sama. Berikut, redaksi Islamkafah.com akan memberikan info tentang 10 negara yang mempunyai waktu terlama dan tersingkat dalam menjalankan ibadah Puasa Ramahan.

_____

A. Waktu Puasa Terlama

Berikut ini adalah beberapa negara yang mempunyai waktu puasa yang relatif lebih lama dari yang lainnya.

1. Reykjavik, Iceland 21 Jam, 51 Menit (Hampir 22 Jam)

Reykjavick, Iceland
Reykjavick, Iceland

 

2. Stockholm, Sweden 20 Jam 57 Menit

Stockholm, Sweden
Stockholm, Sweden

 

3. Juneau, Alaska, U.S.A. 19 Jam 52 Menit

Juneau, Alaska
Juneau, Alaska

 

4. London, England 18 Jam, 53 Menit

London, Inggris
London, Inggris

 

5. Berlin, Germany 19 Jam, 1 Menit

Berlin, Germany
Berlin, Germany

B. Waktu Puasa Tersingkat

Berikut adalah beberapa daftar negara yang mempunyai waktu puasa yang terbilang sedang maupun singkat.

1. Sydney, Australia 9 Jam, 56 Menit

Sydney, Australia
Sydney, Australia

 

2. Rio de Janeiro, Brazil 12 Jam, 4 Menit

Rio de Janario, Brazil
Rio de Janario, Brazil

3. Jakarta, Indonesia 13 Jam, 1 Menit

Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

4. Punta Arenas, Chile 13 Jam, 26 Menit

Punta Arenas, Chilie
Punta Arenas, Chilie

5. Kuala Lumpur, Malaysia 13 Jam, 33 Menit

Kuala Lumpur, Malaysia
Kuala Lumpur, Malaysia

Nah, inilah 10 daftar negara yang mempunyai perbedaan dalam jumlah jam beribadah puasa Ramadhan. Meskipun, data ini belum tentu valid 100 %, karena hal ini mengalami perubahan dan penelitan yang berkepanjangan. Namun, meskipun di tulisan ini Sydney menjadi kota yang paling singkat waktu puasanya, ternyata ada juga lho wilayah (bukan Negara) yang memiliki waktu puasa lebih singkat dari pada Sydney.

Dilansir dari Shopback.com dalam artikelnya yang diterbitkan pada (04/05) yang silam mengatakan bahwa waktu puasa paling singkat di dunia adalah di Antartika, atau Kutub Selatan. Tercatat waktu puasa di Antartika adalah +/- sekitar 8 jam 18 menit. Waktu imsaknya ternyata lebih molor yakni sekitar pukul 06.30 pagi dan mulai berbuka puasa pukul 15.48.

Antartika, Kutub Selatan yang begitu mencekam dan mempunyai banyak misteri
Antartika, Kutub Selatan yang begitu mencekam dan mempunyai banyak misteri

Meskipun di Antartika adalah dkenal sebagai Kutub Selatan yang mempunyai cuaca paling extream di belahan Bumi, dengan curah hujan yang rendah serta suhu sangat dingin yang mencapai – 89 derajad Celcius, ternyata terdapat +/- 5000 penduduk didalamnya. Meskipun mereka bukanlah penduduk asli, akan tetapi para Ilmuan dan keluarganya yang tinggal untuk menetap dalam jangka waktu yang tidak pasti. Maka, tidak heran bukan jika dalam postingan redaksi Islamkafah.com kali ini menjelaskan waktu puasa di Antartika?

Penduduk Antartika (Gmbr. 1)
Penduduk Antartika (Gmbr. 1)
Penduduk Antartika (Gmbr. 2)
Penduduk Antartika (Gmbr. 2)

Yah, karena disana juga –InsyaAllah- ada kaum muslimin yang tinggal dan menetap. Tentunya, jika seseorang memang beragama Islam, maka ia wajib untuk menjalankan dan mengikuti ibadah Puasa Ramadhan. Tidak terkecuali mereka yang hidup dan berada di bumi Allah bagian selatan seperti Antartika. (AUS)