Nasional, NEWS — November 8, 2019 at 13:12

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

by
Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

 

Sungguh malang Nenek Mailah. Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya yang sudah reyot porak-poranda diterjang angin puting beliung. Kini ia terpaksa tinggal di kandang Domba milik tetangganya. Dibutuhkan dana 18 juta rupiah untuk renovasi rumah layak untuk Nenek Mailah. Ayo Bantu..!!

 

GARUT, Infaq Dakwah Center (IDC) – Ditinggal wafat Pak Udin, sang suami lima tahun silam, Nenek Mailah menjadi janda sebatang kara. Selain tak punya sanak saudara, warga Kampung Genteng Sukalaksana Garut Jawa Barat ini juga tidak dikarunaikan momongan.

Dengan tubuh yang rapuh renta sakit-sakitan, Mak Ilah –demikian biasa disapa– harus memikul sendiri segala musibah. Satu-satunya harta benda miliknya saat ini adalah rumah kayu berukuran 3 x 5 meter yang kini sudah reyot. Kondisi kayu-kayunya sudah rapuh dan dinding serta atap yang bolong-bolong.

Di rumah rombeng inilah Mak Ilah menghabiskan sisa umurnya sendirian. Tak banyak yang dilakukan selain ibadah, shalat lima waktu dan aktivitas rutin harian. Fisiknya tak kuasa lagi bekerja mencari nafkah. Jangankan bekerja ke kebun atau sawah, sekedar berjalan saja badannya bungkuk tertatih-tatih.

 

HANYA BISA TAWAKKAL, BERDOA DAN BERHARAP BANTUAN TETANGGA

Dengan fisik yang sudah uzur, Mak ilah tak bisa lagi mencari nafkah, berkebun dan bersawah. Beruntung Mak ilah dikenal baik dan rajin ibadah, sehingga banyak warga yang peduli padanya.

Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan belas kasihan para tetangga. Bila tidak ada yang mengirimkan makanan, Mak Ilah terpaksa harus menahan lapar.

“Ema teh teu gaduh putra teu gaduh ibu teu gaduh caroge,  emam oge pamasih masih ti sadayana, upami aya nu diridokeun ku Allah dituang, upami teu aya diridokeun ku Allah wios tos nasib ibu,” tuturnya.

(Nenek tidak punya anak, tidak punya ibu dan tidak punya suami. Makan juga di kasih dari semua orang, kalau ada yang rezeki dari Allah ya dimakan. Tapi kalau tidak ada ya tahan lapar, tidak apa-apa mungkin  ini sudah ujian dari Allah).

 

BILA HUJAN TIBA, PINDAH KE KANDANG DOMBA

Nahasnya, Jumat siang (25/10/2019) rumah ini porak-poranda disapu angin kencang. Gentingnya berantakan berjatuhan sehingga atap rumah banyak yang terbuka. Air luber kemana-mana saat hujan tiba.

Khawatir tertimpa genteng dan atap roboh saat turun hujan, Mak Ilah memilih mengosongkan rumah, untuk sementara tinggal di kandang domba milik tetangganya.

“Bapak langkung uninga ti payun ibu anu batan kiyeu geuning laibna mana bumi becek. Iibu teh janten teu tiasa obo da sien angin, upami hujan ka die. Ibu mah tos sepuh teu aya kakiatan,” ujar Mak Ilah kepada Relawan IDC.

(Bapak sudah melihat dari depan nenek yang begini kondisinya, rumah yang sangat becek. Sekarang nenek  jadi tidak bisa tidur karna takut ada angin, kalau hujan ibu pindah ke kandang domba ini. Nenek ini sudah tua tak ada kekuatan).

 

PINDAH KE KANDANG DOMBA, BUTUH HUNIAN LAYAK UNTUK IBADAH DAN ISTIRAHAT

Di kandang domba itu Mak Ilah tidur beralaskan busa kumal yang sudah tipis. Tas yang berisi pakaian dijadikan bantalnya. Saat hujan Mak Ilah harus menahan hawa dingin ekstrim dan bau kandang domba yang sangat menyengat.

Ustadz UU Rohman, ketua MUI desa Sukamulya prihatin dengan kondisi Mailah yang  sakit-sakitan dan ditimpa musibah angin kencang yang merusak rumahnya.

“Kondisi rumah Mak Ilah sejak dibangun oleh masyarakat pada saat relokasi sampai sekarang memang kurang terawat dan rusak. Banyak genteng yang berjatuhan apalagi kemarin kena musibah angin kencang. Beliau hidup pada belas kasihan orang, dan kondisinya juga sakit-sakitan,” paparnya.

Senada itu, Ustadz Suryana Nur Fatwa mengajak Relawan IDC dan kaum muslimin untuk bahu-membahu meringankan beban Mak Ilah. Karena Mak Ilah adalah sosok religius dan aktif dalam majelis taklim.

“Ini sangat memprihatinkan. Sebelum kena bencana angin kencang, kondisi rumah Mak Ilah tidak layak dihuni, apalagi sekarang musim hujan. Beliau lebih dekat dengan Allah Ta’ala, melalui majelis-majelis kajian yang kami adakan,” ajak Ketua Pagar Aqidah Jawa Barat itu.

Mak Ilah berusaha sabar menerima takdir dan selalu meminta kekuatan iman kepada Allah.  Ia berharap agar rumahnya yang rusak diterjang angin bisa diperbaiki sehingga layak ditempati, khusyuk beribadah dan nyaman istirahat.

“Nampi nuhun alhamdulillah ka sadayanan atos di sumpingan ka bumi ibu anu sakiyeu laibna, ema nyungken dikiatken iman nyuhunken ditebelken iman ya Allah. Upami mah Hoyong weh di dangdosan kapayuna,” harapnya.

(Syukur alhamdulillah kepada semua yang sudah mendatangi ke rumah Nenek yang begini kondisinya. Nenek minta dikuatkan iman. Minta ditebalkan imannya ya Allah. Keinginan Nenek ke depannya ingin rumah diperbaiki).

Untuk merenovasi rumah mak Ilah dengan bangunan semi permanen, diperlukan dana sekitar 18 juta rupiah.

 

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Beban hidup mak Ilah adalah beban kita juga. Karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

 

AMALAN PENGUNDANG KESUKSESAN DAN PERTOLONGAN ALLAH

Rasulullah menjamin bahwa menolong orang miskin akan mudah memperoleh kesuksesan rezeki, keberkahan dan pertolongan Allah Ta’ala:

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR Bukhari 2896).

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang lemah di antara mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR An-Nasa’i 3178, shahih).

 

MEMBANTU KAUM DHUAFA ADALAH JIHAD FISABILILLAH

Mari berjihad di Jalan Allah dengan membantu hunian layak untuk Mak ilah, janda dhuafa sebatang kara. Karena memperjuangkan kehidupan orang miskin termasuk Jihad Fisabilillah dengan keutamaan yang besar, sesuai sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA:

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَأَحْسِبُهُ قَالَ: وَكَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ، وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ، متفق عليه

“Orang yang bekerja untuk membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin itu bagaikan orang yang berjihad di Jalan Allah, –aku (perawi) mengira beliau juga bersabda– dan bagaikan orang yang shalat tahajud di malam hari tanpa merasa lelah, serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus” (Muttafaq Alaih: HR Bukhari 6007 dan Muslim 2982).

Bunga-bunga kasih dan kepedulian kaum Muslimin sangat dibutuhkan untuk membantu merenovasi rumah mak Ilah, supaya di usia lanjutnya dapat tempat tinggal yang layak dan bisa beribadah dengan tenang menyongsong husnul khatimah.

 

Donasi Peduli Kasih untuk Mak Ilah bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek:  880.218.4108  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek:  712.307.1539  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek:  1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

 

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqDakwahCenter.com.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Video: https://youtu.be/wfm7CcichUM.
  • Detail: http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/779/mailah/
  • Info: 08122.700020 – 08567.700020.

 

 

%d bloggers like this: