TANYA-JAWAB, FIQH — October 23, 2017 at 23:10

Edisi Tanya-Jawab: Bagaimanakah Jika Kita Tertidur Hingga Kehilangan Waktu Shalat Shubuh?

by
Edisi Tanya-Jawab: Bagaimanakah Jika Kita Tertidur Hingga Kehilangan Waktu Shalat Shubuh?

Dewasa ini banyak diantara kaum muslimin yang masih bangun kesiangan dan banyak pula yang tidak menganti shalat shubuhnya karena merasa waktu shalat shubuhnya sudah habis. Permasalahan ini adalah permasalahan serius yang akan kita kupas tuntas dalam edisi tanya-jawab kali ini…

Pertanyaan:

Dari Al-Akh Ibn Yusr, Pembaca Islamkafah.com, Via telegram dengan menghubungi @Islamkafah_admin

Assalamualaikum. Ustadz ana mau bertanya. Jikalau saya bangun kesiangan apakah saya menegakkan sholat shubuh, atau bagaimana ustadz? Mohon penjelasannya, jazakumullahu khairan.

Jawaban:

Dijawab oleh Al-Akh Abu Umar Shalahuddin, Redaksi Islamkafah.com

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته، يا اخي ابن يسرا

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Menanggapi pertanyaan dari al-Akh Ibn Yusr, yang semoga selalu dijaga kemurnian tauhidnya oleh Allah azza wa jalla dan selalu diberikan sikap wara’ dan al wala’ wal bara’ yang murni dan benar oleh Allah rabbul ‘alamin.

Shalat lima waktu, termasuk shalat shubuh adalah kewajiban bagi setiap kaum yang mengaku beriman kepada Allah azza wa jalla dan hari akhir. Tentu, meninggalkannya termasuk dari al-kabair (Dosa besar) yang pelakunya bisa keluar dari Islam sesuai dalil yang shahih. Dan, tidak ada sikap yang benar ketika seorang meninggalkan shalat, kecuali ia bertaubat kepada Allah Ta’ala dan kemudian kembali mengulang membaca syahadat kembali, karena apa yang ia lakukan adalah dosa besar yang mukafiroh.

Allah azza wa jalla, berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa’ : 103)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih).

Kemudian,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (Shahih, HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah).

Dengan dalil diatas, maka jelas meninggalkan shalat adalah kesyrikan dan menyebabkan keluarnya seseorang tersebut dari Islam. Maka dari itu, kami menasihatkan kepada saudara Ibn Yusr dan semua pemabca Islamkafah.com untuk jangan sekalipun meninggalakan shalat lima waktu.

Lantas, bagaimana jika ternyata kesiangan dan tertinggal dari waktu shubuh?

Sesungguhnya, akhy. Waktu shalat shubuh adalah dari fajar shidhiq hingga terbitnya matahari. Namun, jika seseorang ternyata tertidur dan tidak disengaja (Mudah-mudahan tidak menjadi kebiasaan, ya?) maka hendaklah ia bangun dan mengganti shalat shubuhnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barangsiapa yang lupa atau tertidur dari shalat, maka kafaroh (tebusannya) adalah dia shalat ketika dia ingat.” (Muttafaqun’ alaih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليس في النوم تفريط إنما التفريط في اليقظة . فإذا نسي أحدكم صلاة أو نام عنها فليصلها إذا ذكرها فإن الله تعالى قال : ( وأقم الصلاة لذكري )

“Jika seseorang tertidur, itu bukanlah berarti lalai dari shalat. Yang disebut lalai adalah jika seseorang dalam keadaan sadar (sudah terbangun). Jika seseorang itu lupa atau tertidur, maka segeralah dia shalat ketika dia ingat. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tunaikanlah shalat ketika seseorang itu ingat.” (QS. Thaha : 14).” (HR. Muslim).

Semoga jawaban singkat kami ini dapat bermanfaat untuk akh yang bertanya, dan juga bermanfaat bagi pembaca Islamkafah.com yang lainnya. Barakallahu fiikum.

Wallahu ‘alam. (aus) []

 


‼️‼️ Woro-Woro (Perhatian) ‼️‼️

Assalamualaikum, sahabat Islamkafah.com yang semoga selalu dijaga kemurnian Tauhidnya oleh Allah azza wa jalla. Mulai sekarang, Redaksi Islamkafah.com telah membuka ruang bagi para sahabat pembaca situs Islamkafah.com untuk berbagi tulisan dan memberikan pertanyaan seputar ke-Islaman yang in shaa Allah tentunya akan kami tayangkan dengan point berikut ini:

1. Silahkan anda menghubungi salah satu akun admin sosmed kami dibawah ini sesuai minat anda:

a. Telegram = @Islamkafah_admin.
b. BBM = DE4D2179
c. Email = [email protected]
d. Line = 0813 9356 3847
e. What’s App = 0813 9356 3847

(Catatan: Tidak menerima SMS maupun Telephone)

2. Di akun admin kami, silahkan anda memberikan sebuah pertanyaan ke-Islaman baik seputar Aqidah, Tauhid, Akhlaq, Adab, Jihad, Fiqh, Muamalah, dan lain sebagainya.

3. Anda pun juga bisa mengirimkan tulisan terbaik anda ke redaksi kami melalui akun-akun tim sosmed kami.

Nb: Jika pertanyaan atau tulisan anda menarik, maka akan kami muat di situs www.islamkafah.com (Non Komersial) dan akan kami sebarkan di Channel Telegram @Islam_Kafah kemudian Akun Fanpage @IslamKafahClub maupun Twitter kami di @Islam_Kafah. Tentunya semua ini akan bisa menjadi ladang dakwah untuk anda, bukan?

Ayo, tunggu apa lagi! Silahkan hubungi kami sekarang juga!

Barakallahu fiikum…

Ttd,

Redaksi IslamKafah.Com

%d bloggers like this: