Konsultasi Agama, TANYA-JAWAB, FIQH, FIQIH — March 24, 2018 at 23:30

Edisi Tanya Jawab: Apakah yang Dimaksud dengan Jodoh adalah Cerminan Diri?

by
Edisi Tanya Jawab: Apakah yang Dimaksud dengan Jodoh adalah Cerminan Diri?

Jodoh yang baik? Mungkin hampir setiap manusia pastilah menginginkan itu. Baik orang muslim atau kafir, pasti mengiginkan pasangan yang baik, yang setia, yang tidak suka melakukan hal keji dan lain sebagainya. Namun, jika kita tidak berusaha menjadi lebih baik dimata Allah dan merubah pribadi kita menjadi baik, apakah jodoh yang baik akan datang? Mari baca artikel ini lebih lanjut….

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.

Saya dini, saya pernah membaca di suatu artikel bahwa jodoh dalam pandangan islam sesuai cerminan diri. Nah, yang saya tanyakan maksud dari cerminan diri ini yang bagaimana, ya? Bisa dijelaskan dan contoh dalam kehidupan seperti apa? Lalu apa yang sebaiknya dilakukan dalam menanti yang baik menurut islam.

Demikian terimakasih, mohon penjelasannya.

Dari Ukhti Dini (zulana***@gmail.com) bertanya via email = [email protected]

Jawaban:

Dijawab oleh Al-Akh Andana Syahran, Pimred Redaksi Islamkafah.com

و عليكم سلام و رحمت الله و بركاته

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Seorang muslim atau muslimah yang shalih, pastinya sangat menginginkan kebaikan. Terutama dalam hal memilih pasangan hidup yang akan menemaninya hampir seumur hidupnya. Tentu, salah pilih menjadi sebuah problematika tersendiri bagi banyak kalangan.

Dalam hal ini, agama Islam telah memerintahkan seorang muslim dan muslimah untuk memilih pasangan dengan kriteria yang sesuai dengan tuntunan sunnah.

Untuk laki-laki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim.)

Untuk wanita.

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi.)

Kedua dalil diatas adalah dua patokan untuk masing-masing individu baik laki-laki dan wanita yang beragama Islam. Tentu, semuanya menganut sistem akhlaq dan juga kebaikan agama. Karena ini sesuai dengan dalil berikut ini:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim.)

Yakni, kebaikan yang dikehendaki untuk ada pada seserang adalah tidak bernilai pada harta atau kecerdasan duniawi-nya. Akan tetapi terhadap keimanan, keshalihan, dan ke-alimannya terhadap ilmu-ilmu Islam. Maka, baik seorang muslim atau muslimah dianjurkan untuk MENCARI pasangan hidup yang beriman kepada Allah, bertaqwa, serta berilmu dan berakhlaq mulia.

Apa maksud Jodoh adalah cerminan diri?

Dalam Islam, tentu hal ini tidak bisa dikatakan salah. Karena terdapat sebuah dalil yang sangat kuat dalam bab ini. Yakni, apabila seorang ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka sebaiknya ia persiapkan dirinya untuk menjadi seorang yang siap berubah menjadi lebih baik.

Jika dalam bab ini adalah anda sebagai seorang muslimah, maka kami sarankan untuk merubah pribadi anda menjadi pribadi wanita yang shalihah dimata agama Islam. Yakni, dengan mempelajari Tauhid, mengamalkan serta berani mengambil konsekuensi dari Tauhid. Kemudian, mempelajari bab Aqidah, Fiqh, dan semua keilmuan Islam untuk bekal kehidupan. Selain itu, banyak beribadah dan memperbaiki kualitas diri sebagai muslimah dengan bercontoh kepada para Shahabiyyah juga para istri-istri Nabi shallallahu ;alaihi wassalam yang bisa anda dapatkan dengan banyak membaca biografi para Istri-istri Nabi dan juga para shahabiyah (Shahabat dari kalangan muslimah.)

InsyaaAllah, jika demikian maka saudari akan menjadi pribadi yang baik. Sehingga ayat dibawah ini akan sangat berlaku bagi anda, biidznillah (Dengan izin Allah.)

Allah Ta’ala,

 وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“…..Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Dan, perlu diperhatikan bahwa dalil ini adalah dalil yang tidak akan pernah terhapus hingga hari kiamat. Artinya, hukum dalam ayat ini akan berlangsung abadi. Yakni, seorang muslimah, insyaaAllah akan mendapatkan muslim yang baik jika dirinnya mau menjadi pribadi yang baik dimata Allah,  bukan dimata orang lain.

Semoga ini dapat menjawab pertanyaan anda.

Wallahu A’lam.

Tags
%d bloggers like this: