Infaq Dakwah Center, Nasional, NEWS — March 11, 2020 at 17:46

Dua Tahun di Kursi Roda, Mahasiswi Dakwah ini Harus Dioperasi. Ayo Bantu..!!

by
Dua Tahun di Kursi Roda, Mahasiswi Dakwah ini Harus Dioperasi. Ayo Bantu..!!

 

Dua tahun paska operasi, masa perawatan patah tulang Ulandari tidak membuahkan hasil sempurna. Musibah dua kali jatuh terpeleset saat berjalan menggunakan alat bantu kruk, memperburuk kondisi kakinya. Ayo bantu pengobatan mahasiswi Akademi Dakwah ini, agar bisa mengejar cita-cita sebagai mujahidah dakwah.

 

KARTASURA SOLO, Infaq Dakwah Center (IDC) – Selama perawatan, Widati Sri Ulandari (24) tinggal di rumah kontrakan di kawasan Kartosuro Solo Jawa Tengah. Mahasiswi Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Dewan Dakwah ini ditemani Bu Katrin, sang bunda dan adik-adiknya.

Namun perawatan tidak berjalan mulus, karena Ulandari mengalami musibah terpeleset dua kali, pada November dan Desember 2019 silam. Ulandari hanya bisa merintih kesakitan dengan dibantu sang ibu. “Saya jatuh dua kali, terakhir bulan November 2019. Karena kruknya licin dibuat jalan di lantai, bantalan karetnya kadang lepas, harus diganti,” ujarnya kepada Relawan IDC Solo.

Saat dikunjungi Relawan IDC, kondisi lukanya belum sembuh sempurna. Dengan luka menganga, sambungan pen masih terlihat diluar dagingnya.

Membersihkan luka dengan cairan pembersih, melepas perban pembalut dan menutup luka kaki, menjadi rutinitas harian Ulandari selama dua tahun.

“Menurut dokter di Karima Utama, luka saya termasuk perkembangannya cepat. Ada pasien yang baru sembuh sampai 7 tahun, sakitnya ya kayak gini. Ini baru dua tahun sudah menutup, hanya yang lama karena pen ini besar. Jika sudah diambil, insya Allah pertumbuhan daging ini akan cepat menutup tulang,” ujarnya sambil membersihkan luka kakinya.

Tak membuang-buang waktu, Relawan IDC Solo pun melarikan Ulandari ke Rumah Sakit Karima Utama Kartasura pada Sabtu pagi (7/3/2020). Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi angkat pen, namun ia terbentur biaya operasi sebesar 20 juta rupiah, karena dana bantuan 100 juta rupiah yang diterima dari IDC tahun 2018 silam, sudah ludes untuk biaya perawatan, biaya hidup, obat-obatan dan perawatan medikasi.

…Ujian yang diderita Ulandari adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga…

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ulandari hijrah dari Bengkulu ke Solo untuk mengejar cita-cita sebagai juru dakwah yang siap diterjunkan berdakwah syiar Islam ke berbagai daerah. Ia menuntut ilmu di Akademi Dakwah Kampus Islamic Center Pabelan Solo, dengan gemblengan ilmu dakwah, menghafal Al-Qur’an dan ketrampilan komputer. Naasnya, ia mengalami kecelakaan parah pada Selasa (11/9/2017) karena mengalami rem blong dan tersungkur ke dalam jurang di Tawangmangu Karanganyar. Akibat kecelakaan tunggal itu, kaki kiri Ulandari mengalami patah tulang dan tak sadarkan diri. (baca: Kecelakaan Motor, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi).

Atas singergi bantuan IDC Solo dan Laznas DDII Jawa Tengah, Ulandari pun dioperasi  beberapa kali. Donasi kaum Muslimin melalui IDC pun telah diserahkan sebesar Rp 100.113.000 untuk biaya operasi patah kaki, kontrakan rumah yang nyaman dan biaya hidup selama pengobatan.

DUA TAHUN MERAJUT ASA DI ATAS KURSI RODA

Di rumah kontrakan yang akan habis masa sewanya itu, Ulandari ditemani ibu dan adik-adiknya yang masih membutuhkan biaya sekolah.

Untuk menambah penghasilan, sang bunda yang berstatus single parent berusaha membuat kue yang dititipkan ke warung tetangga.

Untuk membantu biaya hidup sehari-hari keluarganya, Ulandari mulai belajar merajut bikin tas dan menjahit baju. Hanya saja mesin jahit masih harus pinjam milik temannya satu kajian.

“Jahitan saya tidak tentu ada. Kalau pas diminta menjahit ya saya datang ke rumah teman nanti selesai dikasih uang,” terangnya.

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Ujian berat yang diderita saudari kita Ulandari adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Donasi untuk membantu pengobatan Widati Sri Ulandari bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT ke Rekening IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqdakwahcenter.com.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08122.700020.
  • Video: https://youtu.be/hoNunwhRjGk

%d bloggers like this: