Tafsir Hadits, Manajemen Qalbu, KAJIAN, Hikmah — October 22, 2019 at 15:07

Dalam Menuntut Ilmu Harus Siap Bersusah Payah

by
Dalam Menuntut Ilmu Harus Siap Bersusah Payah

Untuk mendapatkan ilmu harus bersusah payah dan sesungguhnya bersusah payah dalam hal mencari ilmu pasti akan Allah berikan pahala yang berlimpah…

Islamkafah.com – Ilmu apalagi ilmu fiqih adalah semulia-mulianya karunia tuhan yang di berikan kepada manusia, karena dengan ilmulah manusia bisa menjadi manusia seutuhnya, manusia yang pantas menjadi kholifah di jagad raya ini.

Maka dari itu mencari ilmu haruslah dengan perjuangan dan usaha yang keras, orang yang mencari ilmu harus berani menempuh kesulitan demi kesulitan yang menghadangnya.

Perumpamaannya adalah bila orang yang mencari harta harus bekerja keras demi mendapatkannya, harus berani membanting tulang dan memeras keringat untuk menggapainya, dimana jika tidak membanting tulang memeras keringat maka tidak akan berhasil mendapatkannya, apalagi dalam urusan ilmu lebih dari usaha mencari harta, karena ilmu jauh lebih sulit di dapatkan dari sekedar harta, harta adalah sesuatu yang nyata terlihat mata dan bisa di cerna bagaimana cara mendapatkannya, sementara ilmu adalah sesutau yang misterius, belum tentu orang yang cerdas dan semangat kemudian pasti akan mampu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Ilmu yang akan membawanya mendekatkan diri kepada sang pencipta, ilmu adalah Nur “cahaya” ilahi yang hanya di berikan kepada hamba yang di kehendaki, maka dari itu seorang yang seperti Imam Syafi’i saja sampai bertanya pada gurunya yaitu Imam Waki’ seperti dalam syair di bawah ini :

شكوت الى وكيع سوء حفظى فارشدنى الى ترك المعاصى
و اخبرنى بان العلم نو ر ونور الله لا يهدى لعاصى

Saya melapor pada syaikh Waki’ tentang buruknya hafalanku, maka beliau memberikan petunjuk padaku untuk meninggalkan kemaksiatan,beliau memberitahukan bahwailmu adalah Nur dan Nur Allah tidak akan di berikan kepada mereka yang ahli maksiat”.

Syiir ini adalah karangan Imam syafi’i sendiri menceritakan pengalaman pribadinya, pengalaman tentang buruknya hafalan beliau imam syafi’i, seorang yang dalam usia 7 tahun sudah bisa menghafal Al-Qur’an dan dalam usia belasan tahun mampu menghafal kitab Al Muwatto’ juga kitab-kitab lainnya, namun dengan kecerdasan dan kedisiplinan hidup beragamanya, beliau tetap berkata :

لا يطلب العلم من يطلبه بالعز والغنى ولكن يطلب العلم من يطلبه بالذل والفقر

Tidak mencari ilmu orang yang mencarinya dengan kemuliaan dan kekayan, tapi dialah mencari ilmu yang mencarinya dengan kehinaan dan kefakiran”.

Untuk mendapatkan ilmu harus bersusah payah dan sesungguhnya bersusah payah dalam hal mencari ilmu pasti akan Allah berikan pahala yang berlimpah dan Allah janjikan kemudahan untuk jalan menuju surga sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Maka dari itu teruslah menuntut ilmu terutama ilmu agama karena dengan ilmu agama jalan ke surga semakin mudah.

Wallahu A’lam (Abd.N)

%d bloggers like this: