Ibadah, Konsultasi Agama, FIQIH — July 23, 2019 at 17:22

Bolehkah Berqurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia?

by
Bolehkah Berqurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia?

Berqurban dengan niat atas nama orang yang telah meninggal dunia memang sering kita pertanyakan kebolehannya…

Islamkafah.com – Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah dimana pada bulan ini ada ibadah haji dan puncaknya pada saat wuquf di Padang Arafah, dan pada tanggal 10 Dzulhijjah kita merayakan ibadah Iedul Adha yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.

Banyak dari kalangan kaum muslimin yang ikut berpartisipasi dalam melaksanakan ibadah qurban ini, bahkan ibadah qurban sering diperuntukkan bagi kerabat yang telah meninggal dunia dengan harapan pahala tersebut dapat mengalir kepada orang yang telah meninggal tersebut.

Lalu bagaimana dengan hal ini apakah benar dapat mengalir pahalanya atau tidak?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Berdasarkan hadits di atas hanya ada 3 amalan yang tidak akan pernah terputus pahalanya yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh, jadi selain dari tiga hal tersebut maka pahalanya terputus termasuk qurban untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Namun sebagian yang lain ada yang membolehkan dan berpendapat bahwa pahala qurban dapat sampai kepada orang yang telah meninggal dunia dengan alasan bahwa ibadah qurban termasuk dalam kategori shodaqoh jariyah.

Dan diperkuat dengan sabda Nabi:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Barangsiapa yang meninggal dunia lantas masih memiliki utang puasa, maka keluarga dekatnya (walau bukan ahli waris) yang mempuasakan dirinya.” (HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)

Jadi pahala bagi orang yang telah meninggal dunia dapat sampai.

Namun kami kembalikan hal ini kepada pemahaman masing-masing pembaca karena ini adalah ranah fiqih dimana ini merupakan kemampuan memahami dari setiap orang.

Wallahu A’lam. (Abd.N)

%d bloggers like this: