Internasional, NEWS — February 8, 2017 at 10:17

Biadab! Rezim Suriah Gantung 13.000 Orang Di Penjara Damaskus, Syria

by
Biadab! Rezim Suriah Gantung 13.000 Orang Di Penjara Damaskus, Syria

“Sepanjang proses ini, mereka terus ditutup matanya. Mereka tidak tahu kapan atau bagaimana mereka akan mati sampai jerat ditempatkan di sekitar leher mereka,” tulis kelompok hak asasi internasionl tersebut….

 

LONDON – Sebuah laporan baru yang mengejutkan oleh Amnesty International telah mengungkapkan bagaimana rezim Suriah menggantung 13.000 orang di penjara militer Saydnaya.

Sebanyak 13.000 orang digantung dalam lima tahun terkhir di sebuah penjara pemerintah Suriah yang terkenal yang berada dekat Damaskus, Amnesty International mengatakan pada hari Selasa 7 Februari. Amnesty International menuduh rezim melakukan kebijakan pemusnahan massal.

Berjudul “Pembantaian Manusia: Penggantungan Massal dan Pemusnahan di penjara Saydnaya,” demikian laporan Amnesty International yang didasarkan pada wawancara dengan 84 saksi, termasuk penjaga, tahanan, dan hakim, sebagaimana diberitakan worldbulletin.net.

Disebutkan dalam laporan itu bahwa setidaknya seminggu sekali antara tahun 2011 dan 2015, kelompok-kelompok tahanan yang berjumlah hingga 50 orang dibawa keluar dari sel penjara mereka untuk interogasi sewenang-wenang, dipukuli, kemudian digantung di tengah malam dan sangat rahasia.

“Sepanjang proses ini, mereka terus ditutup matanya. Mereka tidak tahu kapan atau bagaimana mereka akan mati sampai jerat ditempatkan di sekitar leher mereka,” tulis kelompok hak asasi internasionl tersebut.

Sebagian besar korban adalah warga sipil yang diyakini menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

“Mereka membiarkan mereka (tergantung) di sana selama 10 sampai 15 menit,” kata mantan hakim yang menyaksikan eksekusi tersebut.

“Untuk orang-orang muda, berat badan mereka tidak bisa membunuh mereka. Asisten Petugas akan menarik mereka turun dan mematahkan leher mereka,” tambahnya.

Amnesty mengatakan praktek itu merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kemungkinan besar masih berlangsung. Amnesty menuduh pemerintah Suriah melaksanakan “kebijakan pemusnahan” dengan berulang kali menyiksa tahanan dan pemotongan makanan, air, dan perawatan medis.

Tahanan diperkosa atau dipaksa untuk memperkosa tahanan lain, dan penjaga akan memberi makan para tahanan dengan melempar makanan ke lantai sel, yang kotor dan bernoda darah.


Sumber: http://www.muslimdaily.net/berita/rezim-suriah-gantung-13-000-orang-di-penjara-damaskus.html