Ibadah, Shalat, Puasa — May 1, 2020 at 11:49

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

by
Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

 

IslamKafah.com – Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, diatasnya lah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

اَلْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya maka dia sungguh telah kafir”. (Sunan At-Tirmidzi no. 2621).

Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

“Sungguh, yang memisahkan antara seorang laki-laki dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim no. 82 ; Tirmidzi no. 2618-2620 ; Abu Daud no. 4678 ; Ibnu Majah no. 1078; Ahmad no. 15183).

Tentang amalan orang kafir ini, Allah berfirman:

وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqaan [25] : 23).

Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya dihapuskan pahalanya, bahkan dijadikan sebagai debu yang beterbangan.

Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjama’ah atau mengakhirkan shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras. Allah Ta’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ. ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. 

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,” (QS. Al-Maa’uun [107] : 4-5).

Maksudnya, mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau saja Nabi ﷺ tidak mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang menuntunnya ke masjid, bagaimana pula dengan orang yang pandangannya tajam, sehat, dan tidak memiliki uzur?.

Berpuasa tetapi meninggalkan shalat atau tidak berjama’ah merupakan pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Rabbnya. Jika tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang pertama (shalat)? Padahal kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.