KAJIAN, Hikmah — February 8, 2018 at 20:21

Beginilah Irinya Sahabat Nabi kepada Orang yang Kaya

by
Beginilah Irinya Sahabat Nabi kepada Orang yang Kaya

Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” (HR. Muslim)……

 

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Para sahabat Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka sangat semangat mencari akhirat. Mereka saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Sehingga sebagian mereka yang miskin iri kepada golongan kaya mereka; bukan karena ingin menguasai harta, bermegah-megah, dan menikmati kekayaan. Tetapi iri mereka karena mereka tidak mampu bersedekah dan beramal besar yang butuh modal harta banyak. Niat mereka dengan harta tersebut untuk memperoleh pahala besar sebagai modal masuk surga.

Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu,

ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ

Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” (HR. Muslim)

Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan kepada mereka ada jalan lain untuk mendapatkan pahala sedekah,

أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih (suhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Al-hamdulillah) adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah s sedekah“. (HR. Muslim)

Dalam hadits ini sangat jelas bahwa berzikir dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil adalah salah satu jalan mendapatkan pahala sedekah.

Al-Qur’an telah menyebutkan keutamaan berzikir yang mendatangkan ampunan dan pahala besar.

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah (berzikir), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)

Dalam hadits ini juga terdapat keterangan bahwa setiap amal kebaikan dan menyuruh orang kepada kebaikan berpahala sedekah. Setiap usaha seseorang melarang dan mencegah orang lain dari kemugkaran juga termasuk sedekah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga menjelaskan tentang luasnya karunia Allah Ta’ala kepada hamba beriman, dirinya mendapatkan pahala sedekah dalam jima’nya kepada istrinya. Di mana setiap perkara yang Allah mubahkan untuk hamba-Nya, mengerjakannya diganjar dengan pahala sedekah dan kebaikan. Maka makan, minum, dan bekerja, mendidik anak, dan perkara serupa; bagi seorang muslim bisa menjadi ladang pahala; jika mengerjakannya karena melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan mengikuti petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam perkara-perkara ini.

Sebagian sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berharap pahala kepada Allah dalam tidurnya sebagaimana ia mendapat pahala pada saat bangunnya. Bagaimana itu? Mereka tidur agar memiliki tenaga untuk mengerjakan ibadah dan kebaikan sesudahnya. Maka hendaknya kita juga demikian; menghadirkan niat baik dan berharap pahala dalam aktifitas kebaikan kita. Wallahu A’lam.

 


Sumber: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2015/10/09/39678/beginilah-irinya-sahabat-nabi-kepada-orang-kaya/#sthash.HuvE0MVs.dpbs

%d bloggers like this: