Ibadah, FIQIH — December 29, 2017 at 05:52

Bagamanakah Doa Shalat Jenazah Saat Takbir ke-3?

by
Bagamanakah Doa Shalat Jenazah Saat Takbir ke-3?

Saya mendengar Ahmad bin Ibrahim al-Mushili pernah berkata kepada Imam Ahmad, “Setiap kali saya duduk di majlis Hammad bin Zaid, beliau pasti melarang untuk mengambil hadis dari Abdul Warits dan Ja’far bin Sulaiman.” (Sunan Abu Daud, keterangan hadis no.3202)….

Pertanyaan

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh Ustadz,
Doa shalat jenazah rakaat ke-3: “Allahumma anta Rabbuha wa anta kholaqtaha wa anta badaitaha lil-Islami, wa anta qabadhta ruhaha, wa anta a’lamu bisirriha wa ‘ala niyatiha ji’na syufa’a a lahu faghfir lahu” (HR. Abu Dawud, Riyadlus Shalihin II Hal.46). Apakah ini bisa untuk perempuan dan laki-laki, tanpa mengubah “Rabbuha” menjadi “Rabbuhu” atau “khalaqtaha” menjadi “khalaqtahu“…?

Dari: Herbono Utomo

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah wa barakaatuh
Doa shalat jenazah rakaat ke-3: “Allahumma anta Rabbuha wa anta kholaqtaha wa anta badaitaha lil-Islami, wa anta qobadhta ruhaha, wa anta a’lamu bisirriha wa ‘ala niyatiha ji’na syufa’a a lahu faghfir lahu” (HR. Abu Dawud, Riyadlus Shalihin: II Hal. 46). Apakah ini bisa utk perempuan dan laki-laki tanpa mengubah “Rabbuha” menjadi “Rabbuhu” atau “khalaqtaha” menjadi “khalaqtahu“…?

Jawab:
Doa di atas statusnya dhaif (lemah). Hadis itu dibawakan Abu Daud dari Abu Ma’mar dari Abdul Warits. Di akhir hadis Abu Daud mengatakan,

وسمعت أحمد بن إبراهيم الموصلى يحدث أحمد بن حنبل قال ما أعلم أنى جلست من حماد بن زيد مجلسا إلا نهى فيه عن عبد الوارث وجعفر بن سليمان

Saya mendengar Ahmad bin Ibrahim al-Mushili pernah berkata kepada Imam Ahmad, “Setiap kali saya duduk di majlis Hammad bin Zaid, beliau pasti melarang untuk mengambil hadis dari Abdul Warits dan Ja’far bin Sulaiman.” (Sunan Abu Daud, keterangan hadis no.3202)

Doa ini juga didhaifkan Syaikh Al-Albani, sebagaimana yang beliau jelaskan dalam Al-Musykah, hadis no.1688.

 


Sumber: https://konsultasisyariah.com/9985-doa-shalat-jenazah.html