Nasional, NEWS — February 7, 2020 at 17:16

Ayo Bantu Beasiswa Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

by
Ayo Bantu Beasiswa Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

 

Sejak balita ia sudah berstatus yatim ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. Untuk menuntaskan sekolah hingga tamat, Anna butuh bantuan pendidikan. AYO BANTU..!!

 

JAKARTA, Infaq Dakwah Center (IDC) – “Yatim piatu, malang nasibmu.” Sepenggal nasyid ini tengah dialami Anna Puspitasari, remaja yang hidup sebatang kara.

Di usia balita ia menjadi yatim karena sang ayah wafat kecelakaan tunggal. Dua tahun silam, saat duduk di bangku SMP, sang ibunda tercinta menyusul wafat sakit komplikasi pada Oktober 2018.

Ana, sapaan akrabnya, sempat tinggal di panti asuhan selama dua tahun. Namun, ia tak sanggup bertahan karena lingkungan di panti membuatnya tidak bisa adaptasi.

“Saya ke Jakarta berbekal uang 20 ribu rupiah naik bis kota. Alhamdulillah sampai sini,” kenang Ana kepada Relawan IDC, Rabu (2/10/2019).

Tak tega melihat anak yatim piatu terlunta-lunta, Lili Wahyudi mencoba mengasuhnya, meskipun dalam hal ekonomi ia termasuk kaum dhuafa. Ia tidak tega karena orang tua Ana adalah kawan baiknya.

“Untuk saya sendiri sekarang kesulitan, karena usaha saya yang selama ini untuk mencari nafkah sedang bangkrut,” tutur Lili Wahyudi kepada Relawan IDC di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 

SEBAIT DOA PELIPUR RINDU KEPADA AYAH DAN IBUNDA

Menjadi yatim piatu, ujian hidup Ana semakin berat. Segala kesulitan, kesedihan, masalah dan keruwetan hidup harus dipikul sendiri. Hanya doa yang menjadi pelipur rindu kepada ayah bundanya.

“Yang suka bikin kangen dan sedih itu, dulu kalau ada apa-apa suka cerita sama mamah. Kalau pulang sekolah suka dijemput. Saya ingat mama kalau lihat kawan-kawan pulang sekolah dijemput sama orang tuanya,” ujar Ana sedih.

Harapan yang mendalam namun tak mungkin lagi terwujud bagi Ana adalah meraih kesuksesan hidup didampingi ayah dan ibunda. Keduanya sudah tidak ada. Dengan perasaan haru, Ana menyampaikan sebait doa untuk kedua orang tuanya di alam baka.

“Anna kangen sama mama. Anna mau mama lihat Anna sukses. Anna ingin banggain mama sama ayah. Ya Allah, tempatkanlah mama dan ayah di surga Firdaus-Mu, ampunilah semua kesalahannya selama di dunia, dan jauhkan mama dan ayah dari siksa api neraka,” ujarnya terbata-bata berurai air mata.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

“Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil,” ujar Ana Puspita menutup perbincangan.

 

KEBUTUHAN BIAYA HINGGA TAMAT SEKOLAH

Dengan berbagai keterbatasan, Ana Puspitasari kini tengah mengejar cita-citanya di sebuah SMK Jakarta utara. Muhammad Munir, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengungkapkan, Ana adalah anak yatim piatu yang rajin dan aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah.

“Ana Puspita adalah siswi kami, di kelas 12 UPW. Untuk keseharian anak ini rajin, dia aktif di OSIS dan juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Sehingga kegiatannya sehari-hari padat karena aktif sekali di kegiatan kesiswaan. Dia adalah anak yatim piatu,”  terangnya kepada Relawan IDC.

Meski tidak ada biaya SPP dan iuran sekolah, Munir menyarankan agar Ana Puspita tetap dibantu. Karena kebutuhan siswa bukan hanya SPP saja, tetapi juga uang saku, uang transport, konsumsi, dan lain-lain.

“Ada biaya yang telah dicover pemerintah, tapi ada biaya yang ditanggung siswa. Pertama, biaya transportasi karena itu sudah menjadi tanggungan anak. Kedua, biaya makan sehari-hari karena kita sekolah dari pagi sampai sore memerlukan makan siang atau jajan anak-anak. Ketiga, biaya jika ada tugas-tugas yang harus diselesaikan secara individu,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Edi Suwandi, Kepala Jurusan UPW. Ana Puspita adalah siswi yang baik. Hal itu tercermin, sejak awal mula mendaftar sekolah. Ana ingin sekali menjadi orang bisa menerapkan ilmu yang ditimba dari sekolahnya, agar kelak menjadi orang yang sukses.

“Ana pernah menghadap saya, mengapa ia tidak bisa membuat job sheet dan tugas lainnya, dikarenakan tidak memiliki biaya untuk itu. Sehingga kami memberikan solusi waktu itu, agar ia bisa menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan apa pun,” tuturnya kepada Relawan IDC.

…Sebesar apapun uluran kita, akan memberikan semangat hidup kepada yatim piatu, bahwa ia masih memiliki saudara-saudara dalam iman…

Kini Ana sudah menjelang masa akhir sekolah. Kurang dari setahun lagi, ia akan mengikuti ujian akhir dan lulus sekolah. Pada tahap tersebut, sangat banyak agenda praktek sekolah yang cukup menguras biaya secara pribadi.

“Ada anggaran-anggaran biaya individu yang kemungkinan harus mereka keluarkan, seperti mereka harus mempersiapkan biaya makan atau biaya-biaya terkait praktek; membuat bidding proposal, membuat materi presentasi, membuat job sheet, membuat pelaporan. Nah ini kadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Kegiatan praktik dilakukan agar para siswa kelak bisa lulus sekolah dengan kemampuan kejuruan yang dimilikinya secara baik, sehingga layak mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi disingkat (BNSP).

“Sertifikat kompetensi ini yang akan memperkuat ijazah untuk bersaing di dunia kerja. Di jurusan UPW ini jika mereka sungguh-sungguh insya Allah akan mudah mencari pekerjaan. Dan saya berharap, Ana tetap sabar dan tawakal mengikuti setiap kegiatan sehingga bisa lulus dengan hasil yang terbaik, agar bisa masuk ke dunia kerja guna masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Guna memenuhi biaya pendidikan yang dikeluarkan secara individu hingga lulus seperti disampaikan pihak sekolah di atas, diperkirakan memerlukan anggaran sebesar 17.500.000 rupiah untuk biaya praktik, biaya hidup (living cost), uang saku, transport dan sebagainya hingga lulus SMK.

 

CINTA YATIM: PELUANG MASUK SURGA BERSAMA NABI SEDEKAT DUA JARI

Tanpa didampingi kedua orang tua, Ana yang menjalani kehidupan sebatang kara ini butuh uluran tangan kaum muslimin. Sebesar apapun uluran kita, akan memberikan semangat hidup kepada yatim piatu, bahwa ia masih memiliki saudara-saudara dalam iman.

Cinta kasih dan kepedulian yang kita ulurkan kepada yatim piatu akan membuka peluang masuk surga bersama Nabi SAW sedekat dua jari, sesuai dengan sabdanya:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، يُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ

“Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini.” Rasulullah bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya (HR Bukhari).

Semoga dengan membantu pendidikan anak yatim ini, kita dijauhkan Allah dari sifat pendusta agama:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin” (Qs Al-Ma’un 1-2).

Donasi peduli yatim piatu Anna Puspitasari bisa disalurkan dalam program INFAQ CERDAS IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

 

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 2.000 (dua ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.002.000,- Rp 502.000,- Rp 202.000,- Rp 102.000,- 52.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqDakwahCenter.com.
  • Bila biaya sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.

%d bloggers like this: