Ibadah, FIQIH — December 29, 2017 at 05:55

Apakah Adik Kandung Mempunyai Hak Atas Harta Waris Suami?

by
Apakah Adik Kandung Mempunyai Hak Atas Harta Waris Suami?

“…Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan”……

Pertanyaan:

Asswrwb, ustadz afwan saya mau bertanya. Saya mempunyai saudara yang telah meninggal enam bulan yang lalu. Almarhum meninggalkan satu orang istri, satu anak angkat yang telah diadopsi, ibu, ayah, dan 3 orang saudara laki-laki. Akhir-akhir ini, ibu almarhum mendesak istri almarhum untuk segara membagi dua harta dengan adik almarhum yang bungsu karena ia belum punya pekerjaan, sementara dua saudaranya yang lain sudah mapan. Istri almarhum keberatan untuk secapatnya membagi warisan ini dengan alasan masih berduka, pertanyaan saya kapankah sebaiknya harta warisan itu dibagi dan berapa pembagian untuk masing-masing keluarga yang ditinggal? Almarhum selain meninggalkan banyak harta, juga ada cicilan kredit mobil ke bank yang belum dilunasi. Wass, jazakallah.

Dari: Sri Gantini

Jawaban:
1. Semua utang dillunasi dulu, sampai bersih.

2. Sisa harta jadi warisan.

Yang berhak mendapatkan warisan dari kasus yang Anda sampaikan hanya tiga orang: IstriIbu, dan Ayah.

Dalam ilmu faraidh, pembagian warisan dengan tiga ahli waris semacam ini dinamakan Masalah Umariyah. dan kasus Umariyah ada dua:

Pertama, ahli waris mayit hanya: suami, ayah, dan ibu

Kedua, ahli waris mayit hanya: istri, ayah, dan ibu.

Dinamakan Umariyah, dikaitkan dengan Khalifah Umar bin Khatab. Karena yang pertama kali menetapkan bahwa ibu dalam hal ini mendapatkan jatah 1/3 sisa, adalah Khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, dan selanjutnya disetujui para sahabat lainnya.

Selanjutnya, perhitungan warisan pada kasus ini:

*) Istri, dia mendapat 1/4 dr total warisan, karena tidak memiliki anak. Dalilnya surat An-Nisa ayat 12.

وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُم إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ

“…Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak…”

*) Sisa warisan setelah dikurangi jatah istri, selanjutnya dibagi 3.

Sepertiga : diberikan ke ibu

– Dua pertiga (sisanya) diberikan ke bapak.

Contoh perhitungan:

Untuk lebih memahami, bisa diperhatikan contoh perhitungan berikut:

Misal, harta warisan yang ditinggalkan adalah Rp 100 juta.

– Istri mendapat : 1/4 x 100 juta = 25 juta.

– Sisanya: 75 juta, dibagi tiga:

+) Ibu mendapatkan sepertiga dari sisa: 75 juta/3 = 25 juta

+) Ayah mendapat 2/3 sisanya, yaitu 50 juta.

Sementara saudara dan anak angkat, sama sekali tidak mendapatkan harta warisan, kecuali jika ada wasiat dari mayit.

Saudara tidak mendapatkan warisan karena mereka mahjub (terhalang) dengan keberadaan bapak.

Jika pihak saudara ingin mendapatkan harta, mereka bisa meminta ke ibu atau ke bapaknya.

Allahu a’lam.

Catatan :

Jawaban ini sebagai koreksi untuk jawaban saya sebelumnya. dan saya haturkan Jazaakumullah khoiran kepada Ustadz Nur Kholis, Lc. atas bimbingan yang beliau berikan. Semoga Allah mengampuni kita semua.

 


Sumber: https://konsultasisyariah.com/10052-pembagian-waris-untuk-ibu-atau-adik-kandung.html