KAJIAN, Hikmah — February 15, 2018 at 14:35

Apa yang Telah Engkau Berikan untuk Islam?

by
Apa yang Telah Engkau Berikan untuk Islam?

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih ? (yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. (Q.S. Ash-Shoff 10 – 11)…

 

Ini adalah sebuah pertanyaan terkadang menggelitik hati kita dan bisa memiliki banyak interpretasi dan tafsir tergantung siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya

Pertama, jika pertanyaan ini datang dari syaikh atau ustadz kepada muridnya, itu artinya ia sedang mempertanyakan atau memberikan harapan yang besar kepada si murid untuk mengabdikan diri, harta dan ilmunya untuk Islam

Kedua, jika pertanyaan ini datang dari orang tua kepada anak-anaknya itu artinya mereka sangat menaruh harapan yang besar kepada generasi pelanjutnya agar meneruskan perjuangan kedua orang tuanya dengan membaktikan seluruh apa yang telah mereka wariskan untuk Islam, baik harta, ilmu, harapan, cita-cita maupun asa. Karena di tangan anak-anak inilah tongkat estafet perjuangan orang tua akan dilanjutkan dan kelak mereka akan dikumpulkan di jannah Allah bersama anak cucu mereka.

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka[1] dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q.S. Ath-Thuur: 21)

Ketiga, jika pertanyaan itu muncul dari rekan seperjuangan kita, bisa jadi ia sedang memompa semangat kita agar lebih maksimal dan berjuang dan “berjual beli” dengan Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ . تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih ? (yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. (Q.S. Ash-Shoff 10 – 11)

Keempat, namun jika pertanyaan itu muncul karena meragukan kesungguhan kita dalam beramal, meremehkan kita atau bahkan hanya bermaksud menghina dan mengecilkan amal dan kontribusi kita maka rasanya kita tidak perlu berkecil hati karena Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan yang tampak dan Dia lebih Mengetahui siapa yang lebih baik amalnya.

Dalam perjuangan ini ada banyak sekali peran, andil dan kontribusi yang bisa kita pilih. Ada yang tampak di permukaan, namun ada juga yang bahkan orang terdekat kita pun tidak perlu tahu. Bahkan ada banyak hal yang lebih baik hanya kita dan Allah saja yang tahu, walaupun konsekwensinya mungkin kita akan dicerca, diejek atau bahkan tidak lagi dipercaya, dituduh dengan berbagai tuduhan yang sangat menyakitkan :

هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Dia (Allah) lebih Mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa”. (Q.S. An-Najm 32)

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلًا

“Katakanlah : “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalan-Nya”. (Q.S. Al-Isra’: 84)

قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

“Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya”. (Q.S. Al-Isra’: 96)

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah : “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. An-Nahl 96 – 97)

So keep moving and never give up  (terus beramal dan jangan pernah putus asa)

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Q.S. Al-An’am 162 – 163)

رَباَّهْ خُذْ مِناَّ ماَ تَشاَءُ حَتَّي تَرْضَي

Ya Rabbi… ambillah apa yang ada dariku sesuka-Mu asalkan Engkau ridho padaku. [Ahmed Widad]


[1] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak- bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.

 

 


Sumber: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/01/26/22896/apa-yang-telah-engkau-berikan-untuk-islam/#sthash.CyZaWbzT.dpbs

%d bloggers like this: