KAJIAN, Hikmah — April 3, 2017 at 10:48

Anehnya orang Mu’tazilah, Tidak Mau Keluar dari Neraka

by
Anehnya orang Mu’tazilah, Tidak Mau Keluar dari Neraka

Pada waktu itu hadir seorang muridnya yang beraqidah mu’tazilah. Sebagaimana diketahui, aqidah Mu’tazilah mengingkari adanya syafaat bagi sebagian Muslimin yang dapat mengeluarkan mereka dari neraka. Aqidah itu juga menganut istilah “Manzilah bainal Manzilatain”, yaitu para pelaku dosa besar tidak bisa masuk ke dalam surga atau neraka. Dia berada di satu tempat diantara surga dan neraka kelak di akhirat……

 

Kisah ini terjadi ketika Imam Muhammad bin Ali Asy Syaukani Rahimahullah sedang membacakan kitab Sahih Bukhari kepada para muridnya. Setelah beberapa hadits dibacakan, sampailah kepada hadits-hadits yang berkaitan dengan syafa’at. Di dalamnya diterangkan bahwa manusia dapat dikeluarkan dari neraka karena mendapat syafa’at setelah berkumpul di padang Mahsyar.

Pada waktu itu hadir seorang muridnya yang beraqidah mu’tazilah. Sebagaimana diketahui, aqidah Mu’tazilah mengingkari adanya syafaat bagi sebagian Muslimin yang dapat mengeluarkan mereka dari neraka. Aqidah itu juga menganut istilah “Manzilah bainal Manzilatain”, yaitu para pelaku dosa besar tidak bisa masuk ke dalam surga atau neraka. Dia berada di satu tempat diantara surga dan neraka kelak di akhirat.

Nah, murid yang satu ini ketika masuk kepada pembahasan tentang syafa’at, selalunya bikin ribut. Entah membuat gaduh, mengajak berdebat, atau melakukan suatu hal yang mengganggu proses belajar. Melihat hal itu, ulama yang menulis kitab Nailul Author ini bertanya kepadanya,”Apa yang dirimu perbuat jika suatu ketika sya’faat itu menghampirimu dan mengajakmu keluar dari neraka?” Dia pun menjawab dengan entengnya,”Aku seorang Mu’tazilah, dan aku enggak akan keluar darinya (neraka).”


Sumber: https://www.kiblat.net/2014/01/20/anehnya-orang-mutazilah-tidak-mau-keluar-dari-neraka/