Tafsir Quran, KAJIAN, Hikmah — September 7, 2018 at 09:07

Ancaman Allah Bagi Orang yang Durhaka pada Allah dan Rasulnya

by
Ancaman Allah Bagi Orang yang Durhaka pada Allah dan Rasulnya

Jangan kira Allah membiarkan manusia yang melanggar aturan dan mendurhakai Allah, melainkan Allah telah siapkan azab yang mengerikan bagi mereka…

Islamkafah.com – Allah Azza wa Jalla telah memperingatkan kita sebagai manusia bagi siapa saja yang berani menentang dan mendurhakai Allah melalui apa yang telah ditetapkan oleh-Nya dengan adzab atau siksa yang mengerikan, Allah berfirman dalam surat Ath Thalaq ayat 8-11 :

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا

فَذَاقَتْ وَبَالَ أَمْرِهَا وَكَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهَا خُسْرًا

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan. Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar. Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya. 

Dari ayat-ayat di atas menerangkan siapa saja yang mendurhaka Perintah Allah dan Rasulnya maka mereka akan mendapatkan balasan di akhirat dengan adzab yang mengerikan dan dihisab dengan hisab yang keras, mendurhakai perintah Allah ini maksudnya adalah menolak melaksanakan perintah Allah, Allah telah menurunkan aturan bagi umat manusia yang disebut dengan syari’at.

Hukum yang Allah turunkan ini wajib kita melaksanaknnya dengan tunduk dan patuh tidak boleh kita menolak hukum Allah apapun itu bentuk perintahnya, baik perintah tentang ibadah, Mu’amalah, Ekonomi, Politik, bahkan Pidana yang sudah Allah dan Rasulnya tetapkan wajib kita ta’ati dengan tunduk dan ikhlash, jika kita menolak untuk melaksanakan perintah tersebut maka kita telah jatuh pada lembah kekeufuran seperti halnya orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan Orang Alim dan Pendeta mereka sebagai tuhan, karena mereka berani memerintahkan apa yang diharamkan Allah seperti difirmankan dalam surat At Taubah ayat 31:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

(Mereka menjadikan orang-orang alimnya) dimaksud adalah ulama-ulama Yahudi (dan rahib-rahib mereka) para pendeta Nasrani (sebagai tuhan selain Allah) karena para pengikut agama Yahudi dan Nasrani mengikuti mereka dalam hal menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh-Nya (dan juga mereka mempertuhankan Almasih putra Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan) oleh kitab Taurat dan kitab Injil mereka (melainkan hanya menyembah) maksudnya mereka disuruh supaya menyembah (Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, Maha Suci Allah) lafal subhaanahu mengandung arti menyucikan Allah (dari apa yang mereka persekutukan).(Penjelasan ayat dari kitab Tafsir Jalalain)

Padahal Allah telah mengutus Rasul-Nya untuk memberikan peringatan pada kita semua dan Para Ulama Muwahhidin sebagai pewaris para Nabi juga telah memberikan kita berbagai pengetahuan tentang urusan dien, sebagai orang yang berima hendaklah kita senantiasa tunduk dan patuh terhadap perintah Allah apapun itu, sesulit apapun itu seaneh apapun itu selama itu datang dari Allah maka wajib kita kerjakan.

Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk meninggalkan anaknya yang masih bayi beserta istrinya di padang pasir, tanpa ragu Nabi Ibrahim mengerjakannya, belum sampai disitu setelah sekian lama berpisah untuk pertama kalinya Nabi Ibrahim akan bertemu anaknya Allah memerintahkan untuk menyembelihnya, dengan penuh keyakinan Nabi Ibrahim melaksanaknnya. inilah contoh yang baik dalam hal keimanan pada Allah apapun perintahnya wajib kita laksanakan jangan kita menolaknya karena itu merupakan pentuk kedurhakaan dan kekufuran yang nyata terhadap Syaria’at Allah. (Abd.N)

%d bloggers like this: