Tutorial Ibadah, FIQIH, Doa & Dzikir — Sat 27 Jun 2020AD at 16:00

Amalkan Do’a Perjalanan Saat Bepergian, Maka Keselamatan Anda Akan Dijaga oleh Allah

by
Amalkan Do’a Perjalanan Saat Bepergian, Maka Keselamatan Anda Akan Dijaga oleh Allah

 

Saat melakukan aktivitas bepergian jauh, terkadang akan ada rasa khawatir atau was-was dalam diri setiap orang akan keselamatan mereka. Untuk menghilangkan hal tersebut serta membuat hati serasa lebih tenang, maka membaca do’a perjalanan merupakan suatu langkah yang sangat dianjurkan.

Beberapa Macam Do’a yang Bisa Dibaca dalam Perjalanan

Dalam Islam sendiri, telah diberikan berbagai macam do’a perjalanan yang tentunya hal tersebut dijelaskan secara gamblang mengenai lafadz dan juga artinya. Tugas Anda sebagai manusia tinggalah mengamalkan sebaik mungkin. Berikut beberapa do’a yang bisa diamalkan:

1. Do’a saat Singgah di Suatu Tempat

Saat dalam perjalanan, ketika Anda memutuskan untuk singgah sebentar di suatu tempat baik itu perihal melakukan ibadah atau hanya sekedar beristirahat saja, maka sangat dianjurkan untuk membaca doa dengan lafal sebagai berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya.” (HR. Muslim)

Do’a tersebut merupakan sebuah hadits dari Rasullullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, sehingga sudah dianggap  shohih akan sumber dan kebenaran adanya perintah dalam mengucapkanya. Terlebih, ketika Anda sedang dalam perjalanan dan memasuki suatu tempat tertentu.

Dalam sebuah hadits yang  diriwayatkan  oleh  Sahabahiyyah Khaulah binti Hakim Radhiyallahu anhuma, jika doa tersebut  dibaca,  maka seorang  musafir  akan  dijauhkan dari mara bahaya daripada tempatnya bersinggah.

2. Do’a Ketika Memasuki Suatu Wilayah Tertentu

Dalam perjalanan jauh yang diperkirakan akan melintasi beberapa wilayah atau kota-kota tertentu, maka sangat diutamakan agar membaca do’a dengan lafal sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

“Ya Allah Rabb pemilik tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb para syetan dan apa yang disesatkannya dan Rabb angin dan apa yang dihembuskannya, aku mohon kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan daerah ini, keburukan penduduknya serta keburukan yang ada di dalamnya.” (HR. Hakim, Ibnu Hikam dan Baihaqi; shahih).”

Perihal dengan anjuran melafalkan do’a tersebut adalah berdasar pada sebuah riwayat dari Shuhaib RA yang dijelaskan pada kitab Sunan Imam Nasai dan Sunan Ibnu Sinni, dimana Nabi Muhammad SAW membaca do’a ketika beliau sampai di suatu kampung asing.

Di riwayatkan juga dari Aisyah RA, bahwa Rasullulah SAW melafalkan doa ketika beliau hampir sampai pada suatu daerah yang akan dimasukinya saat dalam perjalanan bersama para sahabat. Berikut doa yang beliau ucapkan:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هٰذِهِ وَخَيْرِمَاجَمَعْتَ فِيْهَا وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَاجَمَعْتَ فِيْهَا, اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَاحَيَاهَاوَاَعِذْنَامِنْ وَبَاهَاوَحَبِّبْنَااِلَى اَهْلِهَاوَحَبِّبْ صَالِحِى اَهْلِهَااِلَيْنَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikan kampung ini, dan kebaikan yang Engkau himpun padanya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang terkandung di dalamnya.Ya Allah, berilah kami rezeki dari kehidupannya, dan lindungilah kami dari wabah (penyakitnya), jadikanlah kami mencintai para penduduknya serta jadikanlah orang-orang saleh dari penduduknya mencintai kami.”

Jadi, sudah seyogyanya apabila Anda sebagai umat Nabi Muhammad SAW mengikuti anjuran beliau dan juga perilakunya. Salah satunya yakni membaca do’a ketika sedang memasuki suatu daerah yang belum pernah diketahui sebelumnya saat bepergian.

3. Doa Ketika Akan Keluar Rumah

Agar terhindar dari petaka dan juga gangguan syaitan ketika berada di perjalanan, maka sebelum keluar rumah dianjurkan untuk membaca do’a dengan lafal:

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

Dengan menyebut asma Allah aku menyerahkan diri pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain (milik) Allah.

Keutamaan dari dianjurkanya membaca do’a tersebut saat akan bepergian yakni dijelaskan pada sebuah hadis nomor 3426  yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan juga Abu Dawud sebagaimana berikut ini:

مَنْ قَالَ – يَعْنِى إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ – بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. يُقَالُ لَهُ كُفِيتَ وَوُقِيتَ. وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

“Barang siapa yang ketika keluar dari rumahnya membaca doa “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billah” (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah), maka dikatakan kepadanya: kamu telah tercukup dan terlindungi, dan syetan pun akan menjauh darinya

Dari penjelasan hadits itu dapat disimpulkan, bahwasanya jika  Anda membaca do’a sebelum melakukan perjalanan ke luar rumah, maka akan memperoleh faedah sebagaimana hal di bawah ini:

  • Terhindar dari mara bahaya ketika di jalan.
  • Dijauhkan dari godaan syaitan.
  • Hati menjadi lebih tenang saat berada di perjalanan.
  • Menambah rasa keimanan kepada Allah dengan bertawakkan kepada-NYA.

4. Do’a Ketika Telah Sampai pada Tujuan

Jika sebelum berangkat dalam perjalanan dianjurkan untuk membaca do’a, maka sebagi bentuk rasa syukur karena telah selamat dan aman ketika sampai pada tujuan juga diperintahkan berdo’a pula. Adapun, lafal do’a ketika sudah sampai pada tujuan setelah menempuh perjalanan panjang yakni:

للَّهُمَّ إنِّيْ أَسْألُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهاَ وَشَرِّ أَهْلِهَا  وَشَرّ مَا فِيهَا

Ya Allah aku mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya.

Dikutip oleh Imam Nawawi pada Kitab Al-Majmu, bahwa doa tersebut muncul atau diperintahkan pada manusia agar membacanya berdasarkan pada hadits riwayat Imam Nasa’i, Baihaqi, dan Hakim dari Su’aib yakni:

أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَرَ قَرْيَةً يُرِيدُ دُخُولَهَا إِلاَّ قَالَ حِينَ يَرَاهَا :اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ ، وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ ، فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

“Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya. Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya. Tuhan Yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan. Tuhan Yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Maka kami mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya, dan apa yang ada di dalamnya. Kami berlindung kepada-Mu dan kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya, dan apa yang ada di dalamnya.”

Adapun, hikmah ketika membaca do’a tersebut adalah:

  • Dijauhkan dari pengaruh-pengaruh buruk tempat tujuan tersebut.
  • Diajuhkan dari hinaan penduduk di tempat tujuan.
  • Dijauhkan dari godaan syaitan.
  • Dijauhkan dari mara bahaya.

5. Do’a saat Berada di Dalam Kendaraan

Ketika berada di atas kendaraan saat perjalanan, maka alangkah baiknya Anda merapalkan do’a supaya nantinya bisa sampai pada tujuan dengan selamat, aman dan tidak ada gangguan masalah sedikitpun. Do’a yang harus dibaca yaitu:

Ketika Anda pertamakali menginjakkan kaki untuk memasuki kendaraan, maka diperintahkan untuk membaca basmalah sebanyak 3 kali dan selanjutnya membaca do’a sebagai berikut ketika sudah berada di atas kendaraan.

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az-Zuhruf : 13)

Lalu, setelah itu dianjurkan untuk melafalkan bacaan hamdalah sebanyak 3 kali serta mengucapkan takbir yang jumlahnya 3 x pula. Hal tersebut boleh diucapkan dalam hati atau juga secara lantang  dengan lisan. Kemudian, musafir  dianjurkan untuk berdo’a dengan lafal sebagaimana berikut ini:

سُبْحَانَكَ إِنِّى قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).” (HR. Muslim)

6. Do’a Ketika Melakukan Perjalanan Jauh

Utamanya saat perjalanan jauh,  Anda harus setiap saat merapalkan do’a serta berdzikir pada Allah dan juga memperbanyak bersholawat agar mendapat syafa’at Nabi Muhammad SAW, serta semua dilancarkan hingga tujuan tanpa sedikitpun halangan berarti.

Lafal do’a yang harus atau dianjurkan dibaca ketika sedang berada pada perjalanan jauh yakni:

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

“Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.

Perlu diketahui, bahwasanya membaca do’a tersebut memiliki beberapa faedah bagi diri sendiri maupun keluarga yang ditinggalkan di antaranya yaitu:

  • Mendekatkan hati agar selalu bisa berdzikir dan mengingat Allah.
  • Menjaga keluarga yang ditinggalkan di rumah agar terhindar dari musibah.
  • Menjaga perjalanan supaya tidak diganggu oleh hal-hal gaib seperti syaitan dan iblis.
  • Meminta keberkahan pada setiap hal yang dilakukan dalam perjalanan.

7. Do’a Seorang Musafir Kepada Kerabat yang Ditinggalkan

Seseorang yang bepergian jauh juga hendaknya mendo’akan kerabat serta saudara mereka yang ditinggalkan agar tetap dalam penjagaan Allah SWT. Hal ini juga diajarkan oleh junjungan Kita Nabi Muhammad SAW.

Rasullulah bersabda bahwasanya barang siapa saja yang akan melakukan safar atau perjalanan jauh hingga berhari-hari, maka hendaknya juga mendo’akan keluarganya di rumah sebagai bentuk kasih sayang mereka.Hendaknya mereka mengucapkan do’a sebagai berikut:

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ، الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Artinya, “Saya titipkan kalian kepada Allah, Zat yang tidak pernah menyia-nyiakan titipan-Nya.” (HR Ahmad)

Oleh karena itu, hendaknya Anda memberikan do’a pada keluarga baik itu anak, suami/istri, orang tua, dan lain sebagainya, agar semua diberikan kemudahan baik itu perjalananya maupun yang menunggu di rumah.

8. Do’a Ketika Sudah Pulang dari Perjalanan

Bukan hanya saat berangkat dan proses menuju suatu tempat saat berada di jalan saja, manusia dianjurkan untuk berdo’a. Akan tetapi, ketika sudah sampai di rumah atau pulang pun hendaknya melantunkan do’a karena sudah diberi kelancaran serta keselamatan tak terhingga oleh Allah. Do’a ketika sudah pulang dalam perjalanan ini pertamakali di rapalkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Do’a tersebut beliau mohonkan kepada Allah SWA saat selesai bepergian ketika perang ahzab terjadi pada zaman dahulu. Oleh karena itu, Anda pun sebagai manusia alangkah lebih baik juga mengikuti hal tersebut sebagaimana contoh dari Nabi.

Adapun, Rasullulah mengajarkan Kita semua untuk berdo’a sebagaimana lafadz berikut ini ketika telah pulang dari perjalanan:

يُكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ ثَلاثَ تَكْبيرَاتٍ، ثُمَّ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الـمُلْكُ ولَهُ الـحَمْدُ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، آيبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَه

“Rasulullah SAW bertakbir tiga kali ketika berada di tempat tinggi kemudian mengucapkan. “Tidak ada ilah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan langit dan bumi dan milik-Nya segala pujian. Dia Maha Mampu terhadap segala sesuatu. Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Rabb kami dan Allah menepati janji-Nya, Allah juga menolong hamba-Nya dan Ia juga yang menghancurkan pasukan Ahzab sendirian.” (HR. Muslim)

Penutup

Itulah pembahasan tentang do’a perjalanan yang kiranya bisa bermanfaat bagi Anda semua saat akan bepergian kemanapun tempatnya. Di samping itu, hal tersebut juga dapat menjauhkan diri dari mara bahaya serta menguatkan keimanan seseorang.

 


sumber: https://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-perjalanan.htm

%d bloggers like this: