Ibadah, FIQIH — February 15, 2018 at 23:14

Air yang Telah Mencapai Dua Kullah Maka Ia Tidak Mengandung Kotoran

by
Air yang Telah Mencapai Dua Kullah Maka Ia Tidak Mengandung Kotoran

Sebuah hadits yang membahas air sebanyak dua kullah sering sekali dipahami sebagai syarat sah air yang suci lagi mensucikan, dan ini adalah takwil yang keliru…

Islamkafah.comBeruci adalah sebuah perkara pokok yang hampir dilakukan oleh setiap muslim diseluruh dunia setiap harinya. Dan, perkara ini termasuk perkara yang musti dipelajari karena setiap hari kaum muslimin diwajibkan bersuci. Maka berilmu tentang hal ini adalah lebih baik akibatnya.

Sering sekali penulis mendapati banyaknya kaum muslimin yang mengatakan bahwa tidak sah wudhu seseorang dengan menggunakan air yang volumenya tidak mencapai dua kullah. Hadits itu sebagaimana dibawah berikut ini:

   وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ الْخَبَثَ وَفِي لَفْظٍ لَمْ يَنْجُسْ  أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ  وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ حِبَّانَ

Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika banyaknya air telah mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran.” Dalam suatu lafadz hadits: “Tidak najis”. Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim, dan Ibnu Hibban.

Akan tetapi mentakwillkan hadits ini sebagai syarat sah wudhu adalah takwil yang bathil dan sebaiknya perlu diperbaiki pemahamannya. Dikarenakan, maksud dari hadits ini adalah seandainya sebuah air terkena najis dan merubah ketiga dzat didalamnya, maka air adalah najis.

Akan tetapi jika suatu air mencapai dua kullah, apabila ia terdapat kotoran didalamnya maka air tersebut tetap saja suci dan mensucikan, inilah pendapat yang benar, InsyaaAllah.

Barakallahu fiiku. (Asdn) []

%d bloggers like this: